6 Fakta Kebakaran Gedung Bapenda DKI

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta Kebakaran pada Jumat malam 7 Agustus 2026.Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran beserta 65 personel dikerahkan untuk memadamkan api.

Berdasarkan info Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, laporan kebakaran diterima pada pukul 21.30 WIB melalui jasa Jakarta Siaga 112. Petugas kemudian mengerahkan dua unit sebagai respons awal.

Kepolisian pun mulai menyelidiki penyebab kebakaran. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, pemeriksaan awal terhadap para saksi telah dilakukan langsung di letak kebakaran. Namun, penyelidikan bakal diperluas setelah situasi dinyatakan aman.

"Kurang lebih saat ini baik dari interview langsung di lapangan sejumlah 10 orang. Namun perihal ini kami tetap mengutamakan keterangan-keterangan dan penyelenggaraan untuk pemadaman di lapangan," kata Reynold di lokasi, Sabtu (8/8/2026) awal hari.

Berikut sederet kebenaran mengenai kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta dihimpun Tim News Liputan6.com:

1. Damkar Kerahkan 30 Unit dan 185 Personel

Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, terbakar pada Jumat (7/8/2026) malam.

Berdasarkan info Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, laporan kebakaran diterima pada pukul 21.30 WIB melalui jasa Jakarta Siaga 112. Petugas kemudian mengerahkan dua unit sebagai respons awal.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan, sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran dengan total 185 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Hingga awal hari, seluruh personel tetap disiagakan di letak untuk melakukan pendinginan dan penyisiran.

"Hari ini kita menerjunkan 30 unit dengan 185 personel dan tetap standby memastikan tidak ada lagi titik api. Entah sampai pukul berapa, kami bisa melakukan pendinginan sampai dengan selesai," ucapnya.

2. Dua Kali Ledakan Sebelum Kebakaran

Seorang pegawai SPBU di Jalan Abdul Muis nan berada tepat di samping Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta mengaku mendengar dua kali bunyi ledakan keras sesaat sebelum kobaran api membesar dan melalap bagian atas gedung pada Jumat malam 7 Agustus 2026.

Pegawai SPBU berjulukan Faris (27) mengatakan, saat kejadian SPBU tetap beraksi normal lantaran melayani pengguna selama 24 jam. Ia berbareng rekan-rekannya berada di dalam area SPBU seketika tiba-tiba terdengar bunyi ledakan sekitar pukul 21.30 WIB.

"Ini tadi SPBU buka, kita kan 24 jam, enggak tutup. Kita lagi pada di dalam, terus ada bunyi ledakan besar. Kejadian kurang lebih jam 21.30 WIB lah,” kata Faris di lokasi.

Awalnya, Faris mengira ledakan berasal dari sekitar SPBU. Namun, setelah memandang ke arah gedung, dia mendapati kobaran api sudah membesar di lantai atas.

"Panik kita kirain di depan dari SPBU, rupanya kok dari atas banyak nan berjatuhan, setelah itu bunyi meledak lagi. Pas saya liat di atas itu udah nyala gede," ujar Faris.

Keterangan serupa disampaikan penduduk sekitar, Yusuf (42). Ia juga mengaku mendengar bunyi ledakan sebelum memandang kobaran api membakar gedung.

Menurutnya, api kemudian dengan sigap merambat ke sisi-sisi bangunan. Ia menduga hembusan angin mempercepat penyebaran kobaran api.

"Eh terus lama-lama merembet dia, kayaknya angin kenceng. Jadi dia ke samping-samping juga kebakar," ucap Yusuf.

3. Dishub Sempat Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan pengaturan dan rekayasa lampau lintas di sekitar Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Hal ini menyusul adanya kebakaran nan terjadi pada Jumat malam 7 Agustus 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran arus lampau lintas selama proses pemadaman nan tetap berjalan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.

"Untuk mendukung kelancaran arus lampau lintas di sekitar lokasi, Dishub DKI Jakarta melakukan pengaturan dan rekayasa lampau lintas," tulis akun instagram @dishubdkijakarta, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Dishub mengimbau masyarakat menghindari ruas jalan di sekitar letak kebakaran untuk mengurangi kepadatan lampau lintas.

"Masyarakat diimbau menghindari ruas jalan di sekitar letak kejadian, memilih jalur alternatif, serta mengikuti pengarahan petugas di lapangan," tulisnya lagi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita