Puluhan oknum suporter terjaring operasi nan dilakukan polisi jelang Arema FC vs Persis Solo dalam lanjutan Super League, Sabtu (18/4). Mereka terjaring operasi penyekatan usai Polres Malang menerapkan sistem pengamanan berbeda setelah tindakan dorongan Aremania menggelar laga melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan.
Di laga melawan Persis Solo itu, memang Polres Malang menerapkan sistem pengamanan berlapis. Pemeriksaan peralatan bawaan sudah dilakukan sejak ring 3 dan 4 di luar stadion, alias nan berjarak 1 km dari stadion. Hanya penonton nan bertiket dan masyarakat sekitar stadion nan masuk ke Jalan Trunojoyo, Kepanjen, nan jadi letak pertandingan berjalan.
Petugas kepolisian dibantu Korlap Aremania dan steward yang biasanya berjaga di ring 1 dan ring 2 diperluas. Pengecekan tiket dan peralatan bawaan sudah dilakukan sejak di ring 4, pasca-aksi demonstrasi Aremania untuk menuntut diselanggarakannya laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan.
Hasilnya, ada 54 orang Aremania nan mengendarai 28 unit sepeda motor nan diamankan, lantaran tertangkap basah membawa minuman keras (miras) di jok sepeda motornya. Para Aremania itu diamankan dari dua titik penyekatan di Simpang 4 Kedungpedaringan dari arah timur dan Simpang Yonzipur, dari arah barat ke Stadion Kanjuruhan.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menuturkan bahwa penyekatan pengamanan itu sesuai dengan permintaan dan kesepakatan antara kepolisian, Aremania, panitia pelaksana (Panpel), dan manajemen Arema FC. Skema pengamanan ini diujicobakan sebelum laga Derby Jawa Timur, Arema FC vs Persebaya, pada 28 April nanti.
"Kami bermufakat bakal melakukan pemeriksaan secara lebih teliti, lebih tegas, dengan perimeter nan lebih luas. Utamanya terhadap potensi penyalahgunaan, alias potensi penonton ini membawa dan mengkonsumsi minuman beralkohol," kata AKBP Muhammad Taat Resdi, Sabtu (18/4), saat konvensi pers di Mapolres Malang.
Para oknum Aremania nan diamankan itu dan dibawa ke Mapolres Malang, dipastikan kandas memandang pertandingan Arema FC vs Persis Solo. Mereka terdiri dari beragam latarbelakang mulai usia di bawah umur hingga dewasa, dengan 27 orang berasal dari Kabupaten Malang, 19 orang dari Kota Malang, 4 orang dari Kota Batu, serta dua orang masing-masing dari Kabupaten Blitar dan Kediri.
"Mereka kami amankan, (sanksi hukum) sementara tetap kami datakan, apakah kelak kita proses ke pembinaan dan seterusnya kelak tetap kita pertimbangkan, tetap kami datakan," kata Taat kembali.
Insiden itu membikin lampu hijau penyelenggaraan Arema FC vs Persebaya Surabaya terancam. Apalagi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang juga tak memberikan izin penyelenggaraannya. Pertandingan nan sedianya digelar pada 28 April 2026 di Stadion Kanjuruhan, padahal sebelumnya Kapolda Jawa Timur sudah memberikan lampu hijau penyelenggaraannya.
"Ini bagian dari komitmen kita semua, tadi sudah saya sampaikan, untuk menciptakan situasi kamtibmas nan kondusif, dan suasana suasana pertandingan nan aman, nyaman, tertib, siapapun ke depannya, ini bagian dari upaya kita bersama," paparnya.
"Jadi saya titip pesan, jika pun kelak pertandingan Arema melawan Persebaya betul disetujui, dan bakal dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan. Saya minta hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi Ini," tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Presidium Aremania Ali Rifki nan sempat ngotot untuk pertandingan Derby Jawa Timur, pasrah bakal izin laga tersebut. Ia pun mengecam tindakan sebagian suporter Aremania nan tetap membawa minuman keras, meski sudah dilarang dan bertentangan dengan visi misi Aremania nan berupaya berubah.
"Saya memohon maaf nan sebesar-besarnya atas adik-adik saya, alias nawak-nawak saya. Sebetulnya nan sudah selalu kita himbau setiap match, setiap apapun aktivitas selalu kita himbau, baik itu tanpa minuman keras, tanpa senjata tajam, tanpa flare, tanpa anarkis, tanpa rasis," ucap Ali Rifki, saat di Polres Malang.
"Aremania mau berubah inilah bentuk dari komitmen tersebut, salah satunya kita berbareng Pak Kapolres berkomitmen untuk mengurangi hal-hal nan bisa merugikan diri kita sendiri termasuk hari ini," tukasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·