Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, telah mencapai sekitar 513 hektare. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan ratusan personel tambahan untuk menangani kebakaran tersebut.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, mengatakan penanganan karhutla melibatkan sekitar 117 personel dan 10 personel support dari Taman Nasional Karimunjawa serta Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Selain itu, pemerintah menambah 372 personel dari sejumlah lembaga dan unsur mengenai untuk memperkuat upaya pemadaman.
“Kami pun menambahkan penguatan personel sejumlah 372 personel dengan rincian 175 dari Kodam, kemudian 112 dari mitra Taman Nasional Tanjung Puting, dari Polres Kobar 30, BPBD Kobar 30, kemudian 15 dari Kodim dan 10 personel dari Brimob,” ujar Ristianto.
Dukungan pemadaman melalui udara juga dikerahkan dengan support Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Ristianto menjelaskan, operasi pengeboman air alias water bombing telah dilakukan sejak 9 September 2026. Operasi serupa kembali dilaksanakan pada 20-22 September di Resort Teluk Pulai.
Selanjutnya, pada 2 Oktober, terdapat permohonan support penanganan kebakaran untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Dukungan udara juga ditambahkan pada 9 Oktober di Resort Tanjung Harapan.
“Jadi pada tanggal 9 September itu sudah ada water bombing, lampau selanjutnya pada 20-22 September water bombing dikerahkan di Resort Teluk Pulai,” kata Ristianto.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·