5 Rekomendasi Kadin untuk Cegah PHK Massal dan Relokasi Industri

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
5 Rekomendasi Kadin untuk Cegah PHK Massal dan Relokasi Industri ilustrasi(Antara)

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan sirine keras mengenai kondisi sektor manufaktur nasional. Hal ini menyusul adanya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Feng Tay, pemasok produk Nike, serta rencana relokasi perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Jawa Timur ke Vietnam.

Di PT Feng Tay nan berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sekitar 4.000 pekerja sekarang terancam kehilangan mata pencaharian. Kondisi ini dipicu oleh selesainya perjanjian pesanan sepatu Nike tanpa kepastian order baru, serta hambatan pengedaran bahan baku akibat dampak bentrok geopolitik global.

Krisis serupa membayangi industri otomotif di Pasuruan dan Mojokerto. Dua perusahaan Jepang dilaporkan berencana memindahkan investasinya ke Vietnam untuk berfokus pada pengembangan ekosistem mobil listrik (EV), dipicu oleh situasi perang berkepanjangan nan mengganggu rantai pasok global.

Tekanan Sektor Padat Karya

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa, menyatakan bahwa kejadian ini merupakan sinyal kuat adanya tekanan besar pada industri berorientasi ekspor.

"Tantangan nan dirasakan bumi upaya meliputi tingginya biaya logistik dibanding negara pesaing, ketidakkonsistenan regulasi, hingga tekanan biaya produksi akibat pelemahan nilai tukar Mata Uang Rupiah dan tingginya biaya energi," ujar Erwin pada Senin (22/6).

Ia menambahkan bahwa investor dunia sekarang semakin sensitif terhadap efisiensi biaya dan keandalan rantai pasok. Indonesia tidak lagi bisa hanya mengandalkan besarnya pasar, tetapi kudu unggul dalam kecepatan dan kemudahan berusaha.

5 Rekomendasi Strategis Kadin untuk Pemerintah:

  1. Akselerasi Deregulasi: Menyederhanakan perizinan hingga ke tingkat operasional di daerah.
  2. Stabilitas Kebijakan: Menjamin kepastian norma bagi penanammodal untuk pengambilan keputusan jangka panjang.
  3. Daya Saing Infrastruktur: Menurunkan biaya logistik dan daya agar lebih kompetitif dari negara tetangga.
  4. Insentif Padat Karya: Memberikan support terukur untuk mempertahankan tenaga kerja dan mendorong ekspansi.
  5. Diplomasi Perdagangan: Memperluas akses pasar ekspor dan menyelesaikan halangan jual beli internasional.

Pendekatan Proaktif

Kadin menekankan pentingnya pemerintah melakukan pendekatan proaktif kepada perusahaan nan berisiko melakukan pengurangan produksi alias relokasi. Menurut Erwin, menjaga investasi nan sudah ada kudu menjadi prioritas utama guna mempertahankan lapangan kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Menjaga investasi nan sudah ada dan mempertahankan lapangan kerja nan telah tercipta kudu menjadi prioritas bersama," pungkasnya. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia