Mobil listrik di bawah Rp200 juta.(Dok. Carmudi)
PASAR kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia mengalami pergeseran masif per Agustus 2026. Jika sebelumnya kategori mobil listrik murah didominasi oleh kreasi micro-car, sekarang pilihan konsumen semakin luas dengan hadirnya model hatchback konvensional di rentang nilai di bawah Rp200 juta.
Berdasarkan info pasar per 22 Agustus 2026, persaingan di segmen ini semakin ketat menyusul peluncuran model-model baru di GIIAS 2026. Namun, konsumen perlu jeli memperhatikan skema kepemilikan, lantaran beberapa pabrikan menawarkan nilai rendah melalui sistem sewa baterai, sementara nan lain sudah menyertakan baterai dalam nilai jual.
Harga nan tercantum adalah On The Road (OTR) Jakarta. Angka jarak tempuh menggunakan standar pengetesan berbeda (CLTC/NEDC) nan tidak dapat dibandingkan secara langsung 1:1.
Daftar Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta (Agustus 2026)
| Wuling Aira ev Standard | Rp155 Juta | 205 km (CLTC) | Termasuk |
| VinFast VF 3 | Rp156 Juta | 215 km (NEDC) | Sewa Baterai |
| Wuling Aira ev Long Range | Rp175 Juta | 301 km (CLTC) | Termasuk |
| Seres E1 B-Type | Rp189 Juta | 180 km | Termasuk |
| BYD Atto 1 Standard | Rp199 Juta | 300 km (NEDC) | Termasuk |
1. Wuling Aira ev - Mulai Rp155 Juta
Wuling Aira ev menjadi primadona baru setelah diluncurkan pada akhir Juli 2026. Model ini langsung menggeser posisi Wuling Air ev lama sebagai pilihan termurah. Varian Standard Range dibanderol Rp155 juta dengan baterai LFP 16,2 kWh. Sementara jenis Long Range (Rp175 juta) menawarkan daya jelajah hingga 301 km.
Keunggulan utama model ini adalah support DC fast charging nan diklaim bisa mengisi daya 30-80 persen dalam waktu 35 menit. Respons pasar sangat positif dengan catatan lebih dari 3.500 SPK dalam dua pekan pertama peluncurannya.
2. VinFast VF 3 - Rp156 Juta (Skema Sewa Baterai)
VinFast menawarkan VF 3 dengan nilai kompetitif Rp156 juta. Namun, perlu dicatat bahwa nilai ini belum termasuk kepemilikan baterai. Konsumen diwajibkan mengikuti skema langganan (subscription) baterai sekitar Rp253.000 per bulan dengan jarak tempuh tak terbatas (unlimited mileage). Jika mau membeli unit beserta baterainya, harganya melonjak menjadi Rp230,13 juta.
3. Seres E1 B-Type - Rp189 Juta
Seres E1 tetap menjadi pemain stabil di kelas di bawah Rp200 juta. Varian B-Type menggunakan baterai LFP 13,8 kWh dengan tenaga 25 kW. Mobil ini dirancang sebagai kendaraan perkotaan murni dengan kapabilitas empat penumpang dan jarak tempuh 180 km. Hingga pertengahan 2026, DFSK tetap aktif memasarkan model ini dengan nilai OTR Jakarta nan konsisten.
4. BYD Atto 1 Standard - Rp199 Juta
Hadirnya BYD Atto 1 Standard di nomor Rp199 juta menjadi ancaman serius bagi kompetitor. Berbeda dengan model lain nan berbentuk micro-car, Atto 1 datang dengan format hatchback lima pintu nan lebih konvensional. Dibekali Blade Battery 30,08 kWh, mobil ini menawarkan jarak tempuh 300 km (NEDC), menjadikannya salah satu opsi dengan nilai fungsionalitas tertinggi di kelasnya.
5. Honri Boma EV - Sekitar Rp199 Juta
Honri Boma tetap masuk dalam radar pencarian mobil listrik murah. Meski dibanderol di kisaran Rp199 juta untuk jenis tertentu, kesiapan stok dan kepastian jenis (11,9 kWh alias 18,5 kWh) disarankan untuk dikonfirmasi kembali ke dealer resmi, lantaran adanya perbedaan info kesiapan unit di pasar per Agustus 2026.
Pilih Sesuai Kebutuhan
Bagi konsumen nan mencari kepastian biaya tanpa iuran bulanan, Wuling Aira ev dan BYD Atto 1 adalah pilihan paling logis lantaran nilai sudah termasuk baterai. Namun, bagi mereka nan mau menekan biaya pembelian awal (down payment), skema sewa baterai dari VinFast VF 3 bisa menjadi pengganti menarik.
Penting untuk diingat bahwa model lama seperti Wuling Air ev dan Changan Lumin sekarang sudah tidak lagi berada di kategori di bawah Rp200 juta, dengan nilai terbaru masing-masing telah menyentuh nomor Rp214 juta dan Rp222 juta. (Wuling/Changan/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·