5 Makanan yang Perlu Dibatasi saat Mengalami Resistensi Insulin

Sedang Trending 3 hari yang lalu
5 Makanan nan Perlu Dibatasi saat Mengalami Resistensi Insulin ilustrasi(Magnific)

DIAGNOSIS resistensi insulin kerap membikin seseorang bertanya-tanya mengenai jenis makanan nan kudu dibatasi. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tubuh berakhir merespons hormon insulin secara efisien. Akibatnya, kadar gula darah tetap tinggi dan pankreas kudu bekerja ekstra keras untuk memproduksi lebih banyak insulin.

Caroline Thomason Bunn, RD, CDCES, mahir gizi terdaftar, menjelaskan kondisi tersebut berisiko memicu pradiabetes hingga glukosuria jenis 2, serta berasosiasi dengan penyakit jantung, PMOS (polyendocrine metabolic ovarian syndrome), dan perlemakan hati. Namun, perubahan pola makan dapat membantu mengelola kondisi ini.

Para mahir gizi merekomendasikan untuk membatasi lima jenis makanan berikut guna menjaga sensitivitas insulin:

Minuman Manis

Soda, teh manis, saribuah manis, kopi manis, dan minuman berenergi menyuplai gula cair dalam jumlah besar tanpa serat, protein, alias lemak. "Sumber gula cair ini berakibat sigap pada aliran darah tanpa ada nan memperlambatnya," ujar Thomason Bunn. Pengonsumsian rutin minuman ini terbukti meningkatkan akibat glukosuria jenis 2 lantaran fruktosa dimetabolisme di hati dengan langkah nan meningkatkan trigliserida.

Biji-bijian Olahan

Produk seperti roti putih, biskuit, dan sereal olahan telah kehilangan kandungan seratnya. Menurut Thomason Bunn, tubuh menyerapnya jauh lebih sigap sehingga memicu lonjakan dan penurunan gula darah secara drastis. Memilih biji-bijian utuh (whole grains) seperti beras merah, kuinoa, dan jelai (barley) dapat membantu menstabilkan gula darah.

Kue dan Pastry

Donat, muffin, dan roti manis mengombinasikan tepung olahan dengan gula tambahan nan tinggi. Thomason Bunn mengingatkan siklus lonjakan gula darah nan berulang dari konsumsi harian dapat memperburuk resistensi insulin.

Makanan Sangat Diproses (Ultra-Processed Foods)

Makanan olahan pabrik nan memadukan karbohidrat olahan, gula tambahan, dan lemak jenuh, seperti daging olahan dan camilan kemasan, dapat menyulitkan tubuh menjaga kadar gula darah. Sheila Patterson, RD, CDCES, menyarankan untuk berfokus pada makanan minim proses.

Makanan Tinggi Lemak Trans

Lemak trans buatan dapat memicu peradangan dan stres oksidatif pada sel. "Ketika itu terjadi, insulin mengalami kesulitan mengirimkan pesannya untuk memindahkan gula dari aliran darah ke dalam sel," jelas Thomason Bunn.

Di samping membatasi makanan tersebut, para mahir menyarankan untuk menerapkan kebiasaan sehat pendukung. Thomason Bunn menganjurkan untuk mengutamakan pengurangan minuman manis, makan secara teratur, serta memprioritaskan asupan serat dan protein.

Selain itu, Patterson mengingatkan pentingnya aktivitas bentuk rutin. "Olahraga dapat membantu sel-sel tubuh menerima support dari insulin untuk memproses glukosa secara lebih mudah," kata Patterson.

Meskipun makanan memegang peranan penting, aspek lain seperti usia, genetik, riwayat keluarga, dan kondisi medis juga memengaruhi akibat resistensi insulin. Patterson menekankan bahwa daripada berfokus menghindari makanan tertentu secara total, lebih baik membangun pola makan seimbang nan kaya serat, protein tanpa lemak, lemak sehat, dan sayuran. (EAting Well/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia