pisau sigap tumpul | foto ilustrasi: Gemini AI
- Pisau dapur nan awalnya tajam bisa terasa kurang nyaman digunakan setelah beberapa waktu. Kondisi ini memang dapat dipengaruhi oleh seberapa sering pisau dipakai dan bahan nan dipotong, tetapi kebiasaan setelah memasak juga patut diperhatikan.
Cara menyimpan pisau nan kurang tepat bisa membikin mata pisau lebih sering terbentur, bergesekan, alias terkena kelembapan. Karena itu, bukan hanya langkah memotong nan perlu diperhatikan, melainkan juga gimana pisau dibersihkan dan ditaruh kembali setelah digunakan.
Menyimpan semua peralatan dapur dalam satu laci memang praktis, terutama jika ruang dapur terbatas. Masalahnya muncul ketika pisau diletakkan bercampur dengan sendok, garpu, gunting, alias peralatan logam lainnya.
Saat laci dibuka dan ditutup, peralatan di dalamnya bisa bergeser. Kondisi tersebut membikin mata pisau berulang kali bergesekan dengan barang lain. Kontak seperti ini tidak ideal jika mau menjaga bagian tajam pisau tetap dalam kondisi baik.
Solusinya tidak kudu membeli tempat pisau berukuran besar. Jika pisau tetap disimpan di laci, gunakan sarung pelindung alias blade guard. Pisahkan juga pisau dari peralatan logam lain agar mata pisau tidak mudah terbentur.
2. Menaruh pisau tanpa pelindung
Pisau nan disimpan tanpa pelindung lebih mudah bergesekan dengan barang di sekitarnya, terutama jika tempat penyimpanannya tidak mempunyai sekat.
Hal ini sering terjadi ketika pisau dimasukkan begitu saja ke wadah dapur alias diletakkan di antara beragam peralatan. Saat pisau diambil alias dikembalikan, bagian tajamnya bisa bersenggolan dengan permukaan alias perangkat lain.
Gunakan tempat nan memang dirancang untuk menyimpan pisau, seperti blok pisau dengan slot nan sesuai. Untuk penyimpanan di laci, sarung pelindung mata pisau bisa menjadi pilihan nan lebih sederhana.
Yang perlu diperhatikan bukan sekadar posisi pisau, tetapi apakah bagian tajamnya terlindungi dari tumbukan dan gesekan nan tidak perlu.
3. Menyimpan pisau saat tetap basah
Setelah mencuci pisau, jangan langsung memasukkannya ke tempat penyimpanan dalam keadaan tetap basah. Sisa air nan tertinggal bisa membikin permukaan pisau dan tempat penyimpanan tetap lembap.
Risikonya berjuntai pada material pisau dan kondisi penyimpanannya. Pisau berbahan logam nan tidak sepenuhnya tahan korosi, misalnya, tetap perlu dikeringkan dengan baik setelah dicuci.
Caranya sederhana. Setelah dibilas, keringkan seluruh permukaan pisau menggunakan kain bersih, termasuk bagian dekat sambungan antara bilah dan gagang. Setelah tidak ada air nan tersisa, barulah pisau disimpan.
Jangan hanya mengandalkan pisau untuk kering sendiri di dalam laci tertutup lantaran sirkulasi udaranya terbatas.
4. Memasukkan terlalu banyak pisau ke satu tempat
Tempat penyimpanan pisau nan terlalu penuh juga bisa menjadi masalah. Pisau nan berhimpitan bakal lebih sering bersenggolan ketika salah satunya diambil alias dimasukkan kembali.
Kondisi ini juga membikin pisau lebih susah diambil dengan posisi nan terkontrol. Jika kudu menarik satu pisau dari tumpukan, bagian tajamnya berpotensi menyentuh pisau lain alias sisi tempat penyimpanan.
Sebaiknya sesuaikan jumlah pisau dengan kapabilitas tempat penyimpanan. Jangan memaksakan beberapa pisau masuk ke satu slot jika tempat tersebut memang hanya dibuat untuk satu bilah.
Untuk penyimpanan di laci, beri ruang nan cukup alias gunakan sekat sehingga masing-masing pisau tidak saling bertumpuk.
5. Membiarkan pisau bergesekan dengan permukaan keras
Setelah selesai memotong, ada kebiasaan membiarkan pisau begitu saja di atas meja dapur alias talenan. Pisau juga kadang masuk ke bak cuci berbareng peralatan lain sebelum akhirnya dicuci.
Masalahnya bukan lantaran satu kali menyentuh permukaan tertentu langsung membikin pisau tumpul. nan perlu dihindari adalah tumbukan alias gesekan berulang pada bagian mata pisau, apalagi jika pisau kemudian tertindih alias terkena peralatan lain.
Setelah digunakan, lebih baik segera bersihkan pisau, keringkan, lampau simpan pada tempat nan sesuai. Kebiasaan ini juga membikin pisau tidak tercecer di area kerja dan lebih kondusif saat dapur kembali digunakan.
5 Kebiasaan menyimpan pisau nan perlu diperbaiki
| Pisau ditumpuk di laci | Mata pisau dapat sering bergesekan dengan peralatan lain | Gunakan blade guard alias sekat |
| Pisau disimpan tanpa pelindung | Bagian tajam lebih mudah terbentur alias bergesekan | Gunakan tempat unik alias pelindung bilah |
| Pisau tetap basah | Kelembapan tertinggal pada pisau dan tempat penyimpanan | Keringkan seluruh bagian sebelum disimpan |
| Tempat terlalu penuh | Pisau dapat saling bersenggolan saat diambil | Sesuaikan jumlah pisau dengan kapabilitas tempat |
| Pisau dibiarkan di permukaan keras | Berisiko terbentur, tergeser, alias tertindih barang lain | Bersihkan, keringkan, lampau simpan |
Setelah memakai pisau, begini urutan menyimpannya
PISAU SELESAI DIGUNAKAN
↓
CUCI PISAU
↓
KERINGKAN
↓
CEK TEMPAT SIMPAN
↓
Apakah pisau bakal bersentuhan
dengan perangkat lain?
YA
↓
Pisahkan atau
beri pelindung
TIDAK
↓
SIMPAN PADA
TEMPAT KHUSUS
↓
MATA PISAU
LEBIH TERLINDUNGI
Menyimpan pisau dengan betul bukan berfaedah kudu mempunyai dapur besar alias tempat penyimpanan unik nan mahal. Hal paling krusial adalah memastikan pisau dalam keadaan bersih dan kering, kemudian ditempatkan sehingga mata pisaunya tidak terus-menerus bergesekan dengan barang lain.
Kalau pisau mulai terasa kurang tajam, kebiasaan penyimpanan bisa ikut diperiksa selain langkah penggunaan dan kondisi mata pisaunya. Dengan begitu, pisau tidak langsung dianggap rusak hanya lantaran performanya sudah berbeda dari saat pertama dibeli.
FAQ
Apakah menyimpan pisau di laci bisa membikin sigap tumpul?
Bisa menjadi salah satu aspek jika pisau ditumpuk berbareng peralatan lain sehingga mata pisau sering terbentur alias bergesekan.
Apakah pisau kudu dikeringkan sebelum disimpan?
Sebaiknya iya. Mengeringkan pisau setelah dicuci membantu mengurangi kelembapan nan tertinggal pada permukaan pisau dan tempat penyimpanan.
Apakah semua pisau kudu disimpan di blok pisau?
Tidak. Pisau bisa disimpan menggunakan beberapa jenis tempat, termasuk blok pisau alias sarung pelindung bilah, selama mata pisau terlindungi dan tidak mudah bersenggolan dengan barang lain.
Kenapa pisau sebaiknya tidak ditumpuk dengan sendok dan garpu?
Karena peralatan di dalam laci dapat bergeser saat laci dibuka dan ditutup. Akibatnya, mata pisau dapat lebih sering bergesekan dengan barang logam lain.
Apakah pisau nan terasa tumpul selalu kudu diasah?
Belum tentu. Kondisi mata pisau, gelombang pemakaian, bahan nan sering dipotong, teknik penggunaan, dan langkah penyimpanan dapat ikut memengaruhi kondisi pisau.
(brl/tin)
17 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·