Kulit berjerawat sering bikin kita jadi lebih selektif saat merawat kulit hingga memilih skincare. Mulai dari giat double cleansing sampai mencoba beragam produk nan katanya “aman untuk acne-prone skin”. Namun tanpa disadari, ada beberapa kandungan skincare nan rupanya bisa memperburuk kondisi kulit.
Masalahnya, jerawat bukan hanya soal wajah terpapar debu alias mempunyai minyak berlebih. Banyak aspek lain nan ikut berperan, termasuk reaksi kulit terhadap bahan tertentu. Ini juga nan menjadi argumen kenapa skincare nan cocok pada orang lain belum tentu cocok untuk kita, apalagi jika kulit kita condong sensitif.
Menurut dr. Rachel Nazarian, Dermatolog asal Amerika Serikat, penggunaan bahan nan terlalu keras alias mengiritasi bisa merusak skin barrier dan membikin jerawat makin meradang. Kulit yang sudah sensitif butuh pendekatan nan lebih lembut, bukan justru “diserang” dengan bahan-bahan nan terlalu agresif.
Nah, agar Anda nggak salah pilih, berikut 5 kandungan skincare nan sebaiknya dihindari oleh kulit berjerawat. Simak selengkapnya, Ladies!
Fragrance alias minyak wangi sintetis
Fragrance sering jadi daya tarik utama sebuah produk, wanginya enak, bikin pengalaman mengaplikasikan skincare terasa lebih mewah. Tapi di kembali itu, fragrance alias minyak wangi sintetis terbuat dari campuran banyak bahan kimia nan berpotensi memicu iritasi, terutama pada kulit berjerawat.
Untuk kulit nan lagi breakout, iritasi sekecil apa pun bisa memperparah peradangan. Itu sebabnya, banyak dermatolog menyarankan untuk memilih produk dengan label fragrance-free, bukan sekadar “unscented”. Tanpa tambahan parfum, akibat kulit jadi reaktif juga bisa lebih kecil.
Essential oils berlebihan
Bahan alami sering dianggap lebih aman, termasuk essential oils. Padahal, tidak semua essential oils cocok untuk kulit berjerawat, apalagi jika kadarnya tinggi. Beberapa jenis bisa terasa panas di kulit dan memicu kemerahan alias iritasi.
Selain itu, essential oils juga tetap termasuk minyak, nan dalam kondisi tertentu bisa menyumbat pori-pori. Jadi, bukan berfaedah kudu menghindari sepenuhnya, tapi lebih ke bijak memilih, terutama jika kulitmu sedang sensitif alias meradang.
Sodium Lauryl Sulfate (SLS)
Kalau Anda suka cleanser nan berbusa banyak, kemungkinan besar ada kandungan SLS di dalamnya. Sabun dengan kandungan ini memang bikin kulit terasa lebih bersih saat cuci muka, namun sebenarnya SLS tidak baik untuk kulit berjerawat.
SLS bisa mengikis minyak alami kulit secara berlebihan. Akibatnya, kulit jadi kering dan kehilangan keseimbangannya. Bukannya membaik, kondisi ini justru bisa memicu produksi minyak lebih banyak dan akhirnya memperparah jerawat.
Alkohol nan bikin kulit kering
Beberapa produk skincare memberi sensasi segar dan sigap meresap lantaran mengandung alkohol tertentu. Sekilas terasa membantu, apalagi saat jerawat sedang meradang. Tapi pengaruh ini biasanya hanya sementara.
Dalam jangka panjang, alkohol nan mengeringkan bisa membikin skin barrier melemah. Kulit jadi lebih mudah iritasi dan rentan breakout. Jadi, jika sering merasa kulit perih alias ketarik setelah pakai produk tertentu, ada baiknya cek kembali kandungannya.
Minyak komedogenik (coconut oil dan cocoa butter)
Coconut oil dan cocoa butter sering jadi jagoan untuk melembapkan kulit kering. Teksturnya rich dan terasa menutrisi. Tapi untuk kulit berjerawat, dua bahan ini bisa jadi kurang bersahabat.
Keduanya dikenal berkarakter komedogenik, namalain berpotensi menyumbat pori-pori. Kalau pori-pori tersumbat, akibat munculnya komedo dan jerawat juga meningkat. Untuk amannya, pilih pelembap dengan tekstur lebih ringan dan label non-comedogenic agar kulit tetap lembap tanpa memperparah kondisi.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·