5 Jurus Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Pemerintah menyiapkan strategi pembangunan agar Indonesia keluar middle income trap namalain negara nan sukses keluar dari pendapatan rendah, namun terjebak pada status berpendapatan menengah.

Di sisi lain, pemerintah kudu menghadapi realita strategi pembangunan ini dijalankan di tengah kondisi dunia nan semakin tidak menentu.

"Tantangan dunia saat ini, termasuk tekanan nilai komoditas dan dinamika ekonomi bumi menuntut respons kebijakan nan adaptif namun tetap berpijak pada fondasi nan kuat," ujar Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada lima agenda besar pembangunan sebagai kunci untuk keluar dari middle income trap.

Pertama, peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penguatan kualitas sumber daya manusia termasuk pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial.

Kedua, pembangunan prasarana untuk memperluas akses jasa dasar serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.

Ketiga, reformasi kelembagaan guna menciptakan birokrasi nan efektif, andal dan bisa menghasilkan izin nan berakibat nyata bagi perekonomian.

Keempat, penguatan kebijakan ekonomi makro nan adaptif dan responsif terhadap dinamika global.

Kelima, menjaga stabilitas politik dan keamanan sebagai prasyarat utama keberhasilan pembangunan.

"Konsisten aja pada lima ini, jika buat saya. Nah tentu konsistensi ini kita terjemahkan di setiap periode pemerintahan dan oleh setiap periode pemerintahan diterjemahkan dalam APBN dari tahun ke tahun," tutur Suahasil.

Suahasil menegaskan pentingnya kredibilitas sebagai kunci dalam menjalankan seluruh kebijakan tersebut.

"Kredibilitas menjadi sangat penting. APBN nan kredibel, Danantara nan andal dan tentu kebijakan moneter nan kredibel, nan dipercaya oleh masyarakat, dipercaya oleh bumi usaha. Ini menjadi modal nan sangat penting, ini menjadi imperatif dari semua nan mengelola kebijakan fiskal, moneter, maupun kebijakan investasi Republik Indonesia," jelasnya.

Suahasil optimistis Indonesia bisa keluar dari middle income trap dan mencapai pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan. Saat ini sendiri esensial ekonomi Indonesia diklaim tetap menunjukkan keahlian relatif solid dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%.

"Itu banyak negara lain iri bisa punya pertumbuhan di atas 5%, bisa punya inflasi di kaliber 3%. Lalu kemudian surplus jual beli kita sudah 70 bulan berturut-turut, 5 tahun lebih surplus dagang, persediaan devisa kita memadai, manufaktur kita tetap ekspansif," jelasnya.

(aid/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance