
Timnas Indonesia wajib berbenah jelang FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: PSSI)
GAGAL totalnya Timnas Indonesia di arena Piala AFF 2026 menyisakan pekerjaan rumah nan sangat besar. Menguliti akar persoalan dari kegagalan tersebut, pengamat sepak bola nasional, Abdul Haris alias nan berkawan disapa Bung Ais, membeberkan sejumlah pertimbangan mendalam mengenai bobroknya performa skuad Garuda.
Dalam program Morning Zone di akun YouTube Okezone Official, Bung Ais menegaskan keterpurukan Garuda bukan sekadar soal minimnya kualitas pemain. Lebih dari itu, ada masalah krusial mulai dari strategi pelatih, minimnya plan B, hingga mentalitas bertanding nan ambruk di lapangan.
Berdasarkan kajian tajam tersebut, ada sejumlah solusi terbaik nan kudu segera dibenahi Timnas Indonesia menatap arena berikutnya, ialah FIFA ASEAN Cup 2026 pada September mendatang.
Berikut 5 Hal nan Wajib Diperbaiki Timnas Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026:
1. John Herdman Harus Lebih Mengenal Sepakbola ASEAN
John Herdman waspadai Kamboja Okezone
Sorotan utama langsung diarahkan kepada pembimbing John Herdman nan dinilai kandas membaca atmosfer serta peta persaingan regional. Padahal, modal uji coba Garuda sebelum turnamen sebenarnya sangat menjanjikan.
"Sebelum AFF, performa Indonesia dalam sejumlah pertandingan uji coba sebenarnya cukup menjanjikan. Dalam empat pertandingan di FIFA Matchday, Indonesia bisa mencetak delapan gol dan hanya kebobolan satu gol melalui penalti," ungkap Bung Ais.
“Namun, catatan manis itu amblas lantaran sang pembimbing gagap menghadapi karakter keras kejuaraan ASEAN, nan diperparah dengan absennya beberapa pemain diaspora,” tambahnya.
2. Wajib Meracik Strategi Alternatif
John Herdman
Bung Ais menyoroti sungguh mudahnya strategi Timnas Indonesia dibaca oleh musuh akibat ketiadaan rencana cadangan. Selama ini, Garuda terlalu berjuntai pada skema monoton lewat umpan lambung ke sisi sayap menuju Mitchell Baker.
"Ketika pola tersebut sukses dihentikan lawan, Indonesia kesulitan menemukan alternatif. Inilah nan membikin tim terlihat kebingungan ketika plan A tidak berjalan," tegas Bung Ais.
”Ke depan, pembimbing wajib menyiapkan ragam serangan nan lebih bergerak agar tidak mudah terbaca,” lanjutnya.
3. Benahi Celah Pertahanan dan Perbaiki Respons Cepat dari Bench
John Herdman memimpin sesi latihan Timnas Indonesia di Bali Okezone
Kelemahan klasik dalam mengantisipasi serangan kembali lawan, khususnya dari sektor sayap, kembali menyantap korban saat Timnas Indonesia dibungkam Vietnam 0-3. Ironisnya, kelemahan ini kandas diantisipasi sejak laga melawan Timor-Leste.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·