
Pemerintah menyiapkan langkah efisiensi anggaran secara menyeluruh guna menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Pemerintah menyiapkan langkah efisiensi anggaran secara menyeluruh guna menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali, dengan kemungkinan pemotongan shopping di kementerian dan lembaga serta penyesuaian operasional program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di sisi lain, Istana memastikan program-program unggulan tersebut tidak bakal dipangkas, melainkan tetap melangkah dengan penguatan efisiensi pada pos anggaran nan dinilai kurang produktif.
Berikut fakta-fakta menarik mengenai rencana efisiensi anggaran kementerian untuk menjaga defisit APBN 2026:
1. Purbaya Lapor Presiden
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mematangkan rencana efisiensi besar-besaran di tubuh kementerian dan lembaga (K/L). Hal ini disampaikan menjelang rapat terbatas berbareng Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), sebagai tindak lanjut koordinasi sebelumnya dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menurut Purbaya, tantangan dalam mendorong K/L untuk melakukan penghematan secara berdikari sehingga pemerintah pusat kemungkinan bakal mengambil langkah intervensi langsung.
“Mungkin, lantaran ada putusan efisiensi nan sudah kami rapatkan sebelumnya dengan Menko Perekonomian tentang efisiensi,” katanya.
2. Tidak Mau Potong Anggaran
Purbaya menyoroti kecenderungan kementerian nan justru menambah usulan anggaran saat diminta melakukan penghematan. Oleh lantaran itu, Kementerian Keuangan bakal menetapkan besaran potongan nan kudu disesuaikan oleh masing-masing instansi.
“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka jika disuruh tidak mau memotong, mereka meningkatkan semua malah. Kalau bisa saya putuskan saya pangkas berapa, mereka nan sesuaikan. Nanti kami bakal kasih tahu ke mereka,” ujarnya.
3. Fokus Efisiensi
Fokus efisiensi bakal diarahkan pada shopping nan dianggap tidak mendesak alias mempunyai akibat rendah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Nanti kan tadinya kami minta mereka memotong anggaran-anggaran nan dianggap bisa ditunda untuk sementara. Macam-macam. Rapat tidak jelas, alias kebijakan nan dampaknya lambat alias tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, itu kan bisa dipilih,” tambah Purbaya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·