5 Cara Mendeteksi Alat Pelacak Tersembunyi di Android dan iPhone

Sedang Trending 1 jam yang lalu
5 Cara Mendeteksi Alat Pelacak Tersembunyi di Android dan iPhone Simak pedoman praktis mendeteksi AirTag, GPS tracker, hingga stalkerware secara kondusif dan akurat.(Dok. Alibaba)

PROVASI di era digital sekarang terancam oleh perangkat pelacak nan semakin mini dan terjangkau. Mulai dari AirTag hingga GPS tracker, alat-alat ini bisa disalahgunakan untuk memantau pergerakan seseorang tanpa izin.

Jika Anda merasa sedang diawasi, jangan panik. Berikut adalah pedoman listikal mengenai cara mendeteksi perangkat pelacak dengan kondusif dan praktis.

Jika Anda merasa dalam bahaya, jangan langsung melakukan konfrontasi. Segera menuju ke tempat umum nan ramai alias instansi polisi terdekat. Di Indonesia, Anda bisa menghubungi jasa darurat terintegrasi di nomor 112 alias jasa Polri di 110.

1. Gunakan Fitur Deteksi Otomatis di Smartphone

Baik pengguna Android maupun iPhone sekarang sudah dibekali fitur bawaan untuk mendeteksi pencari Bluetooth (seperti AirTag, Tile, alias SmartTag) nan bergerak mengikuti Anda.

  • Pengguna iPhone (iOS): Pastikan Bluetooth dan Tracking Notifications aktif. Jika ada AirTag asing nan mengikuti, iPhone bakal memunculkan notifikasi "AirTag Found Moving With You". Anda bisa menggunakan fitur Play Sound untuk mencari lokasinya.
  • Pengguna Android: Buka Settings > Safety & Emergency > Unknown tracker alerts. Aktifkan fitur ini dan gunakan tombol Scan Now untuk memindai secara manual selama 10 detik.

2. Lakukan Pemeriksaan Fisik Secara Menyeluruh

Alat pencari seringkali disembunyikan di tempat nan tidak mencolok namun selalu dibawa. Lakukan pengecekan pada benda-benda berikut:

Kategori Titik Pemeriksaan
Barang Pribadi Saku tas, lapisan dalam dompet, jaket, dan gantungan kunci.
Kendaraan Kolong jok, bagasi, bumper, spakbor, dan area dashboard.
Hadiah Boneka, power bank, alias perangkat elektronik pemberian orang lain.

3. Waspadai Gejala Stalkerware pada Ponsel

Pelacakan tidak selalu berupa perangkat fisik, tapi bisa berupa aplikasi mata-mata (stalkerware) nan terinstal di ponsel Anda. Perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Baterai ponsel mendadak sangat royal alias perangkat terasa panas meski tidak digunakan berat.
  • Penggunaan info internet melonjak tanpa argumen nan jelas.
  • Muncul aplikasi asing nan tidak pernah Anda instal.
  • Ponsel sering melakukan reboot sendiri alias layar menyala tiba-tiba.

4. Gunakan Aplikasi Pihak Ketiga (Opsional)

Jika fitur bawaan dirasa kurang maksimal, Anda bisa menggunakan aplikasi tambahan nan tersedia di toko aplikasi resmi:

  • Tracker Detect (Apple): Tersedia di Play Store untuk membantu pengguna Android mencari AirTag di sekitar mereka.
  • Bluetooth Scanner: Aplikasi seperti BLE Scanner dapat membantu memandang semua perangkat Bluetooth aktif di sekitar Anda, termasuk nan tidak mempunyai identitas jelas.

5. Cara Menonaktifkan Pelacak nan Ditemukan

Jika Anda menemukan perangkat pencari fisik, jangan langsung menghancurkannya jika mau menjadikannya bukti hukum. Namun, untuk menghentikan pencarian seketika:

  • AirTag: Tekan dan putar penutup belakang baterai berlawanan arah jarum jam, lampau lepaskan baterainya.
  • GPS Tracker: Biasanya mempunyai sakelar on/off alias memerlukan pencabutan kartu SIM di dalamnya.
  • Dokumentasi: Foto perangkat tersebut, termasuk nomor seri (SN) nan tertera, sebelum menonaktifkannya untuk keperluan laporan ke pihak berwajib.

Kesimpulan: Mematikan Bluetooth alias masuk ke Airplane Mode tidak selalu menghentikan pencari mengirim lokasi. Cara paling efektif adalah menemukan perangkat fisiknya dan mencabut sumber dayanya (baterai). (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia