Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan lima bank nan tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mempunyai nilai pasar mencapai sekitar Rp 1.100 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar perusahaan nan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal itu disampaikan Rosan usai menghadiri pengarahan Presiden Prabowo Subianto berbareng jejeran dewan dan komisaris Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN.
"Kalau dijumlahkan itu nilainya kurang lebih Rp 1.100 triliun, nan di mana itu mencerminkan 10 persen dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan nan di Indonesia," ujar Rosan usai rapat di Istana, Kamis (18/6) malam.
Menurut dia, besarnya kapitalisasi pasar lima bank pelat merah tersebut menunjukkan peran strategis Himbara dalam perekonomian nasional.
"Jadi bobotnya kan sangat-sangat besar hanya dari lima perbankan nan ada di Indonesia ini," katanya.
Rosan menjelaskan, Prabowo meminta agar perbankan Himbara tidak hanya berorientasi pada untung semata, tetapi juga memberikan faedah nan nyata bagi masyarakat melalui penyaluran angsuran ke beragam segmen usaha.
"Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga kudu dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam corak pemberian persamaan kesempatan dari segala lapisan, dari UMKM, komersial, maupun korporasi," tutur Rosan.
Ia mengungkapkan, Prabowo apalagi menyoroti besarnya nilai masing-masing bank Himbara. Berdasarkan kapitalisasi pasar, Bank Mandiri mempunyai nilai sekitar Rp 450 triliun, sedangkan BRI sedikit lebih tinggi dari nomor tersebut.
"emudian BNI mungkin di level sekitar ya nyaris Rp 200 triliun, juga BSI dan juga BTN," ucapnya.
Rosan mengatakan, kepala negara juga menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan upaya perbankan. Di saat nan sama, bank-bank Himbara diminta meningkatkan support kepada sektor usaha, terutama upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Bagaimana keberadaan Perbankan Himbara ini nan betul-betul kudu dirasakan oleh masyarakat terutama UMKM," katanya.
Pemerintah memandang sektor perbankan sebagai 'darah' perekonomian nasional nan mempunyai peran krusial dalam mendukung beragam program pemerintah sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.
"Perbankan ini bisa memainkan peranan sangat krusial di segala sektor. Ini sebagai darah dari perekonomian kita," ujar Rosan.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·