434 Kepala Desa Ikut Program Masuk Kampus, Ini Tujuan Mendagri

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) sebagai bagian dari penerapan Asta Cita Presiden Prabowo, ialah membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

Bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), KDMK mendorong partisipasi kepala desa dalam memajukan wilayahnya sekaligus membendung urbanisasi masyarakat.

"Di kita, 56 persen masyarakat tinggal di kota [44 persen tinggal di perdesaan]. Ini kita kudu sorong agar desa-desa ini tumbuh dan diperkuat," kata Mendagri saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).

Mendagri menjabarkan tiga perihal krusial nan telah dilakukan pemerintah guna memperkuat pemerintahan desa. Dari sisi regulasi, terdapat Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai payung norma paradigma pemerataan pembangunan. Kemudian, pembentukan kementerian unik nan mengurusi desa sebagai bagian dari penguatan kelembagaan. Selain itu, penyediaan biaya desa sebagai corak penguatan anggaran sekaligus mengurangi ketimpangan antara desa dan kota.

"Sekali lagi tujuannya adalah untuk mendorong agar desa lebih berkembang dan kemudian bisa membuka lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi, serta memberikan keleluasaan agar desa berdikari secara keuangan," urainya.

Melalui program KDMK, para kepala desa bakal dibekali keahlian manajerial hingga teknis, termasuk manajemen serta langkah berpikir inovatif dan kreatif. Mendagri menambahkan, KDMK juga bermaksud menyamakan keahlian dan kompetensi kepala desa di Indonesia nan berasal dari beragam latar belakang, tetapi mempunyai tugas nan sama, ialah mengelola desa serta memajukan masyarakatnya.

Adapun pemilihan UI sebagai mitra KDMK lantaran kampus tersebut merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Melalui aktivitas ini, Mendagri berambisi para kepala desa dapat meningkatkan kompetensi sehingga bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat desa.

"Harapan kita dengan kerja sama ini kelak bisa menambah keahlian kepala desa sehingga pengelolaan desa jadi lebih baik dan memberikan kontribusi untuk pembangunan nasional," tutup Mendagri.

Sebagai informasi, KDMK angkatan kedua diikuti oleh 434 kepala desa dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan 32 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini berjalan pada 13–16 Juli 2026.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑