40-an Warga di Sleman Alami Gejala Keracunan Usai Hadiri Pamitan Calon Haji

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Puluhan penduduk di Sleman mengalami indikasi keracunan setelah menyantap hidangan di aktivitas pamitan calon jemaah haji. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Puluhan penduduk di Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, dilaporkan mengalami indikasi keracunan setelah menghadiri aktivitas pamitan calon jemaah haji pada Minggu (3/5). Gejala nan dirasakan meliputi sakit perut, mual, pusing, diare, hingga demam tinggi.

Berdasarkan info sementara per Senin (4/5) pukul 13.45 WIB, sebanyak 30 penduduk mendatangi posko darurat di Rumah Dukuh Toragan, 8 orang melakukan pemeriksaan berdikari di RSA UGM, dan 3 orang memeriksakan diri ke Puskesmas Mlati.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Khamidah Yuliati, menyebut kejadian ini berasal dari konsumsi makanan dalam aktivitas pamitan haji nan digelar pada Minggu pagi.

Dalam aktivitas tersebut, tamu disajikan makanan ringan berupa lemper, pastel, donat, dan sus, serta makanan berat seperti nasi, ayam bakar, krecek, jeroan usus, telur rebus, pisang, dan lalapan timun.

“Kondisi makanan, krecek mulur, kecut,” kata Yuli saat dihubungi, Senin (4/5).

Puluhan penduduk di Sleman mengalami indikasi keracunan setelah menyantap hidangan di aktivitas pamitan calon jemaah haji. Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti

Tuan rumah acara, Nayoko Bramantyo, juga mengalami indikasi serupa. Ia menyebut telah memesan katering untuk sekitar 250 porsi nan dibagikan kepada penduduk dan kerabat.

“Kami korban juga. Di rumah ada tiga, saya, bapak saya dan adik saya. Diare, sekarang panas juga,” kata Nayoko usai menjalani pemeriksaan di posko darurat.

Ia meminta pihak katering bertanggung jawab atas kejadian tersebut. “Minta proses hukum, saya minta penjara 10 tahun soalnya sudah banyak orang korban dan kami minta denda, jika bisa denda. Nggak pernah kami melakukan apa-apa,” kata Nayoko.

“Baru sekali pesan, kami pun menyesal soalnya dari waktu saja tidak on time, belum lagi corak kotaknya peyot-peyot,” tambahnya.

Pantauan di letak menunjukkan penduduk tetap terus berdatangan ke posko darurat hingga Senin siang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan