Niko Prayoga
, Jurnalis-Kamis, 19 Februari 2026 |04:29 WIB

4 Tips Tubuh Tidak Cepat Dehidrasi saat Berpuasa (foto: freepik)
JAKARTA - Sebagian besar umat Muslim di Indonesia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Selama lebih dari 12 jam, tubuh tidak bakal mendapatkan asupan makanan maupun minuman. Hal itu menjadi tantangan tersendiri saat berpuasa karena keseimbangan cairan tubuh kudu tetap terjaga.
Selama berpuasa, tubuh manusia secara alami terus mengeluarkan cairan melalui keringat, pernapasan, dan urine. Tanpa adanya asupan cairan di siang hari seperti saat berpuasa, maka tubuh kita bakal mengalami dehidrasi ringan dan membikin kita sigap haus.
Rasa haus nan muncul adalah sinyal dari tubuh bahwa persediaan cairan kita mulai menipis. Lalu, gimana langkah kita menyiasatinya agar tubuh tetap segar dan tidak sigap merasa haus? Berikut adalah pedoman praktis menjaga hidrasi selama bulan Ramadhan.
1. Pilih Minuman nan Tepat saat Berbuka dan Sahur
Mengutip dari Cleveland Clinic Abu Dhabi, air putih menjadi minuman nan sangat disarankan untuk dikonsumsi saat sahur dan berbuka. Kurangi alias apalagi hindari minuman dengan kandungan kafein seperti kopi, teh, dan soda nan berkarakter diuretik. Minuman tersebut berpotensi memicu gelombang buang air mini lebih sering nan berujung pada dehidrasi.
Jika merasa jenuh dengan air putih, saribuah tanpa pemanis alias susu rendah kalori bisa menjadi opsi lain agar tubuh Anda mendapat cairan nan cukup sebagai bekal saat berpuasa.
2. Konsumsi Makanan “Kaya Air”
Rasa haus nan muncul saat berpuasa tidak hanya disebabkan kurangnya cairan tubuh akibat minimnya konsumsi air, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh jenis makanan nan dikonsumsi.
Maka dari itu, sangat disarankan bagi Anda untuk mengonsumsi makanan nan kaya bakal kandungan air saat sahur maupun berbuka. Seperti semangka, labu, bayam, dan mentimun nan merupakan sumber cairan alami nan baik.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·