Ilustrasi(Magnific)
MENOPAUSE adalah fase alami dalam kehidupan setiap perempuan. Namun, topik ini sering kali diselimuti oleh info keliru, rumor, dan ketakutan nan tidak perlu. Banyak wanita memasuki masa ini dengan kekhawatiran akibat banyaknya mitos nan beredar, mulai dari perubahan bentuk nan drastis hingga hilangnya antusiasme hidup.
Untuk membantu Anda menyaring informasi, para master kesehatan meluruskan beberapa mitos menopause nan paling umum agar Anda tidak lagi salah kaprah.
Mitos 1: Menopause Terjadi Secara Tiba-tiba
Banyak orang mengira menopause terjadi dalam semalam saat seorang wanita menginjak usia tertentu. Faktanya, menopause adalah sebuah proses transisi nan disebut perimenopause. Fase ini biasanya dimulai beberapa tahun sebelum menstruasi betul-betul berakhir secara permanen, di mana produksi hormon estrogen oleh ovarium mulai fluktuatif.
Mitos 2: Gejalanya Selalu Sama pada Setiap Perempuan
Hot flashes (sensasi panas mendadak) dan perubahan suasana hati sering kali digambarkan sebagai indikasi absolut menopause. Padahal, pengalaman setiap wanita sangat unik. Beberapa wanita mungkin mengalami indikasi nan parah, sementara nan lain hanya merasakan perubahan ringan. Selain itu, indikasi lain seperti gangguan tidur, kulit kering, alias kabut otak (brain fog) juga bisa muncul dengan tingkat intensitas nan berbeda-beda.
Mitos 3: Menopause Berarti Akhir dari Kehidupan Seksual nan Aktif
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah bahwa menopause bakal mematikan antusiasme dan aktivitas seksual. Memang betul penurunan estrogen dapat menyebabkan kekeringan pada memek dan penurunan libido bagi sebagian perempuan. Namun, ini bukanlah akhir dari segalanya.
Dr. Stephanie Faubion, Direktur Pusat Kesehatan Perempuan di Mayo Clinic, menegaskan pentingnya penanganan nan tepat.
"Ada banyak pilihan pengobatan nan efektif, mulai dari pelembap memek non-hormonal hingga terapi estrogen lokal, nan dapat mengatasi rasa tidak nyaman dan mengembalikan kualitas kehidupan seksual," ujar Faubion.
Mitos 4: Tidak Ada nan Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Gejalanya
Banyak wanita menderita dalam tak bersuara lantaran percaya bahwa indikasi menopause adalah sesuatu nan kudu diterima begitu saja. Ini adalah kekeliruan besar. Gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang nan kaya kalsium, olahraga teratur, dan manajemen stres, dapat meringankan indikasi secara signifikan. Selain itu, konsultasi dengan master mengenai Terapi Hormon Menopause (MHT) alias opsi non-hormonal lainnya dapat memberikan solusi medis nan kondusif dan personal.
Memahami kebenaran medis di kembali menopause adalah langkah pertama untuk menghilangkan stigma jelek dan kecemasan. Menopause bukanlah sebuah penyakit nan kudu ditakuti, melainkan babak baru kehidupan nan bisa dihadapi dengan sehat, aktif, dan penuh percaya diri. (Eating Well/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·