4 Makanan yang Bisa Memicu Masalah Kulit, Termasuk Jerawat

Sedang Trending 1 hari yang lalu
4 Makanan nan Bisa Memicu Masalah Kulit, Termasuk Jerawat Ilustrasi(Magnific)

MENJAGA kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan menggunakan skincare. Asupan makanan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama berangkaian dengan peradangan, hidrasi, produksi minyak, hingga munculnya jerawat.  Karena itu, beberapa jenis makanan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Menurut laporan Cleveland Clinic, pola makan tinggi gula, makanan dengan indeks glikemik tinggi, garam, produk susu, dan lemak jenuh dapat memberikan akibat kurang baik terhadap kesehatan kulit. 

Sementara itu, American Academy of Dermatology (AAD) menyebut sejumlah penelitian menemukan hubungan antara makanan dengan indeks glikemik tinggi dan susu sapi dengan munculnya jerawat.

Berikut empat jenis makanan nan perlu diperhatikan.

1. Makanan Tinggi Gula

Permen, kue, minuman bersoda, minuman manis, dan makanan nan mengandung banyak gula menjadi salah satu jenis asupan nan perlu dibatasi. Cleveland Clinic menjelaskan, terlalu banyak gula dapat memengaruhi protein dalam tubuh, termasuk kolagen. 

Kolagen berkedudukan krusial dalam menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu proses nan berangkaian dengan kolagen sehingga kulit berpotensi kehilangan elastisitas dan lebih mudah mengalami perubahan akibat penuaan.

2. Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi

Roti putih, pasta putih, kentang, keripik, donat, pastry, nasi putih, dan minuman manis termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi nan dapat meningkatkan gula darah dengan cepat. 

Menurut AAD, pola makan rendah indeks glikemik berpotensi mengurangi jerawat lantaran lonjakan gula darah dapat memicu peradangan dan meningkatkan produksi minyak pada kulit, meski penelitian mengenai hubungan tersebut tetap terus berkembang.

3. Produk Susu

Susu sapi perlu diperhatikan, terutama bagi orang nan rentan berjerawat. Berdasarkan laporan AAD, beberapa penelitian menemukan hubungan antara konsumsi susu sapi dan peningkatan akibat jerawat. Salah satunya menunjukkan wanita nan mengonsumsi dua gelas alias lebih susu skim per hari mempunyai kemungkinan 44% lebih tinggi mengalami jerawat. 

Meski begitu, perihal ini tidak berfaedah susu pasti menyebabkan jerawat pada semua orang, sementara yoghurt dan keju belum ditemukan mempunyai hubungan serupa.

4. Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Daging merah, keju, mentega, serta makanan nan menggunakan minyak terhidrogenasi termasuk sumber lemak jenuh nan perlu dibatasi.

Cleveland Clinic menyebut makanan tinggi lemak jenuh berangkaian dengan konsentrasi insulin-like growth factor nan lebih tinggi. Faktor tersebut dapat merangsang produksi hormon seks nan berasosiasi dengan peningkatan produksi jerawat.

Selain itu, Cleveland Clinic menyarankan memperbanyak makanan berbasis tumbuhan, makanan kaya antioksidan dan serat, serta sumber lemak sehat seperti omega-3 untuk mendukung kesehatan kulit.

Tidak Berarti Harus Dihindari Sepenuhnya

Meski dikaitkan dengan masalah kulit, makanan tersebut tidak kudu sepenuhnya dihindari. Cleveland Clinic menyarankan pola makan seimbang dengan memperbanyak buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, ikan berlemak, dan sumber omega-3. 

AAD juga menegaskan bahwa pola makan hanya salah satu aspek nan memengaruhi jerawat, sehingga perawatan kulit dan pengobatan nan tepat tetap diperlukan. (Cleveland Clinic dan American Academy of Dermatology (AAD)/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia