4 Fakta Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah Kecuali Keadaan Darurat, Anggaran MBG Tidak Dipotong

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

4 Fakta Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah Kecuali Keadaan Darurat, Anggaran MBG Tidak Dipotong

4 Fakta Defisit APBN 3% Tak Akan Diubah Kecuali Keadaan Darurat, Anggaran MBG Tidak Dipotong (Foto: Okezone)

JAKARTA - Batas maksimal defisit anggaran sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) tetap dipertahankan dan tidak bakal diubah, selain Indonesia menghadapi keadaan darurat skala besar. Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kepastian kepada pasar dan penanammodal dunia bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal. 

Saat ini pemerintah bekerja keras untuk mempertahankan defisit APBN 2026 agar tidak melampaui 3 persen sesuai UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Di sisi lain, pemerintah mulai menyiapkan langkah efisiensi anggaran sebagai respons atas pecahnya bentrok di Timur Tengah nan telah memicu lonjakan nilai minyak dunia. Keputusan ini diambil guna memastikan defisit APBN tetap disiplin di bawah periode pemisah 3 persen.

Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta defisit APBN 3% tidak bakal diubah selain keadaan darurat, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

1. Prabowo Tegaskan Jaga Defisit APBN

Presiden Prabowo menyebut bahwa patokan nan lahir pasca-krisis finansial Asia ini merupakan instrumen vital dalam pengelolaan finansial negara.

“Batas defisit itu adalah perangkat nan baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya selain ada keadaan darurat nan sangat besar seperti COVID-19. Saya berambisi kita tidak perlu mengubahnya,” kata Prabowo dalam wawancara eksklusif berbareng Bloomberg nan dirilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin (16/3/2026).

Prabowo menolak pendapat pertumbuhan ekonomi nan didorong melalui penambahan utang secara masif. Dia menekankan prinsip kehati-hatian nan dipegang teguh sejak awal dalam mengelola pengeluaran negara.

“Jangan membelanjakan lebih dari nan kita hasilkan. Itu adalah prinsip dasar kehidupan untuk bisa bertahan,” tegas Prabowo.

Meskipun menyadari banyak negara Uni Eropa nan mulai meninggalkan sasaran ketat tersebut, Prabowo memilih agar Indonesia tetap pada jalur disiplin. Ia pun optimis bahwa penguatan sumber daya alam dan daya pengganti seperti biofuel dan panas bumi bakal membawa Indonesia pada titik efisiensi tinggi dalam dua tahun ke depan, sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber luar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com