4.000 Buruh Pabrik Sepatu Nike Dirumahkan, Pengusaha Sebut Industri Tertekan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Bob Azam, menyebut industri padat karya rentan mengalami sejumlah tekanan. Hal itu dia ungkap menyusul berita 4.000 pekerja pabrik sepatu Nike di Bandung dirumahkan.

Bob mengatakan, industri padat karya biasanya tertekan akibat naiknya nilai bahan baku, biaya logistik, hingga karyawan. Karenanya, dia berambisi agar pemerintah tidak melakukan perubahan kebijakan secara drastis.

"Memang industri padat karya ini adalah industri nan sensitif terhadap kenaikan harga-harga. Harga-harga bahan bakar lah, kemudian nilai logistik lah, kemudian juga biaya pekerja lah. Mereka sensitif, sehingga sedapat mungkin kita jaga jangan sampai ada perubahan-perubahan nan sifatnya drastis," ungkap Bob kepada wartawan di instansi APINDO, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun begitu, Bob meminta publik untuk kembali memilah info tersebut. Pasalnya, ada banyak rumor beredar di kembali berita 4.000 pekerja pabrik nan dirumahkan tersebut.

"Jadi macam-macam isunya, ya kan. Katanya kesulitan bahan baku, ya kan. Atau order stop, gitu. Ya, kita teliti lagi lah, ya kan. Persoalannya lantaran apa, gitu," jelasnya.

Di sisi lain, kondisi pasar dunia juga disebut menjadi salah satu aspek nan mendorong dirumahkannya ribuan pekerja pabrik Nike. Ketika permintaan pasar dunia menurun, pengiriman bahan baku produksi otomatis bakal dikurangi mengingat pabrik Nike di Indonesia hanya sebatas memproduksi.

"Pengaruh dunia juga menentukan juga kan, ketika order itu menurun otomatis, ini kan mereka dunia ini kan bisa melihat, mana negara nan kompetitif nih. Oh mungkin Bangladesh, mungkin Vietnam, mungkin Indonesia. Ini kan sometimes naik turun-naik turun itu mereka nan mengatur. Ketika disini situasi bagus dia bakal banyak. Jadi ini jika kita bicara regional supply chain, itu kan seperti itu," ungkap Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto.

Diberitakan sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mengungkap sekitar 4.000 pekerja di salah satu pabrik pemasok sepatu Nike di Bandung dirumahkan akibat keterlambatan pasokan bahan baku dari Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan info KSPN, 4.000 pekerja itu dirumahkan mulai 15 Juni 2026 dari total sekitar 14.000 pekerja nan bekerja di pabrik tersebut. Meski demikian, Ristadi menyebut perusahaan tetap memenuhi hak-hak normatif para pekerja nan dirumahkan, termasuk pembayaran bayaran sesuai ketentuan nan berlaku.

"Keterlambatan suplai bahan baku ini informasinya disebabkan lantaran sebelumnya disuplai bahan baku langsung oleh pihak Nike, tapi kemudian diserahkan ke vendor pihak ketiga, jadi mungkin ada halangan teknis. Diperkirakan bahan baku baru tersedia bulan Juli," kata Presiden KSPN, Ristadi, dalam keterangan kepada detikcom, Kamis (18/6).

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance