Siloam Hospitals Lippo Village mengembangkan jasa neurologi dan bedah saraf selama 30 tahun. Sejak Neuroscience Centre didirikan pada 1996, rumah sakit itu sekarang telah menangani lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks.
Saat ini, jasa tersebut didukung 16 master ahli saraf dan 10 master ahli bedah saraf. Penanganannya mencakup beragam kondisi, mulai dari stroke, tumor otak, gangguan saraf degeneratif, gangguan daya ingat, hingga masalah nyeri.
Layanan nan tersedia juga mencakup neurointervensi, rehabilitasi saraf, neuro-onkologi, Memory & Aging Clinic, deep brain stimulation (DBS), serta operasi otak dengan teknik awake brain surgery.
CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady menuturkan, pengembangan jasa neuroscience selama tiga dasawarsa dilakukan melalui investasi pada skill tenaga kesehatan, teknologi, inovasi, dan kolaborasi.
“Selama tiga puluh tahun, Siloam Hospitals Lippo Village terus berinvestasi dalam keahlian, teknologi, inovasi, dan kerjasama untuk memperkuat jasa saraf dan bedah saraf di Indonesia,” ujar Caroline dalam agenda The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 di Jakarta, Sabtu (19/9).
Menurut Caroline, pengembangan jasa tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan pasien. Pendidikan dan penelitian di bagian neuroscience juga menjadi bagian dari pengembangan layanan.
“Kami percaya bahwa kemajuan di bagian ini ditentukan tidak hanya oleh teknologi, tetapi juga oleh kompetensi tenaga kesehatan dan keahlian menghadirkan penemuan nan berakibat bagi pasien. Melalui Siloam Neuroscience Summit, kami mau memperkuat kerjasama dan pertukaran pengetahuan untuk memajukan kesehatan otak dan saraf di Indonesia,” terang Caroline.
Perkembangan jasa saraf dan bedah saraf tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 nan digelar di Jakarta pada 18-19 September 2026.
Forum bertema “Beyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscience” itu menghadirkan lebih dari 55 pembicara nasional dan internasional. Dengan topik nan dibahas mencakup perkembangan teknologi dan penanganan beragam kondisi neurologis.
Chairman The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, menerangkan bahwa kerjasama lintas bagian dibutuhkan untuk mengembangkan jasa neuroscience.
“Masa depan neuroscience memerlukan kerjasama lintas disiplin dan pertukaran pengetahuan nan semakin terbuka,” ujar Yusak.
Menurut Yusak, perkembangan teknologi seperti advanced imaging, neuromodulasi, kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI), precision medicine, hingga teknologi bedah dapat membantu meningkatkan penanganan pasien dengan gangguan saraf.
Dalam kesempatan nan sama, Prof. Dr. dr. Julius July, juga menekankan perkembangan teknologi perlu tetap diarahkan pada faedah nan bisa dirasakan pasien.
“Kemajuan neuroscience bukan hanya tentang seberapa jauh teknologi berkembang, tetapi gimana perkembangan tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelayanan nan lebih tepat, aman, dan memberikan hasil nan lebih baik bagi pasien,” kata Julius.
Melalui forum tersebut, Siloam Hospitals Lippo Village mempertemukan praktisi dan akademisi dari dalam maupun luar negeri untuk membahas perkembangan ilmu, teknologi, dan penanganan penyakit saraf.
---30 Tahun Kembangkan Layanan Neurologi, Siloam Lippo Village Tangani 20 Ribu Kasus Komplek
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·