3 Santri di Lombok Tengah Diduga Dibakar Teman, 1 Tewas

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga dibakar kawan sesama santri.

Kasus tersebut terungkap setelah video dugaan pembakaran tersebut ramai beredar di media sosial.

Dalam video nan diunggah akun FB berjulukan @Tiara Erna BenKinara Cahya, terlihat seorang korban menangis kesakitan sembari memperlihatkan luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya nan telah dibalut perban di rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terdengar juga bunyi pihak family nan sedang menenangkan korban. Korban mengaku merasakan kesakitan di bagian badan dan kakinya. Unggahan tersebut telah ditonton oleh 65 ribu orang, dikomentari 312 orang dan dibagikan sebanyak 307 kali.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada November 2025. Namun, baru terungkap setelah videonya beredar luas di media sosial.

"Kasus di pondok pesantren ini kejadiannya November 2025. Saya baru mengetahui setelah videonya beredar sekarang," kata Joko, Rabu (3/6).

Berdasarkan info awal nan diterimanya, terdapat tiga santri nan menjadi korban. Mereka diduga disiram menggunakan bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri.

Akibat kejadian tersebut, dua korban mengalami luka bakar serius, sementara satu korban lainnya meninggal dunia.

"Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia," ujarnya.

Joko mengaku langsung melakukan penelusuran setelah menerima info nan beredar di media sosial. Saat ini pihaknya tetap mendalami kronologi komplit peristiwa tersebut serta berkoordinasi dengan kepolisian.

"Tadi ramai di FB mengenai adanya anak nan diduga dibakar oleh temannya sesama santri. Karena itu kami langsung melakukan penelusuran," imbuhnya.

Hingga kini, LPA Kota Mataram tetap mengumpulkan info mengenai identitas korban, latar belakang kejadian, serta perkembangan penanganan perkara oleh abdi negara penegak hukum.

"Masih kami dalami, termasuk mengenai kelas korban dan kronologi lengkapnya. Kami juga tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian," tegasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean mengatakan pihaknya mulai mengusut dugaan kasus pembakaran tersebut.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, mengatakan laporan dari orang tua korban baru diterima pada Senin (2/6). Ia menyebut, pelapor bakal ke datang ke Polres hari ini untuk memberikan keterangannya.

"Informasi baru kami terima hari ini, dan orang tua korban juga bakal melaporkan hari ini," katanya saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (3/6).

Punguan menjelaskan setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung melakukan langkah awal dengan memeriksa sejumlah saksi nan mengetahui peristiwa tersebut.

"Mulai hari ini kami melakukan pemeriksaan saksi dan tindakan penyelidikan lainnya," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini.

(isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional