3 Penyebab Utama IHSG Anjlok Hari Ini Menurut Analis

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
3 Penyebab Utama IHSG Anjlok Hari Ini Menurut Analis IHSG merosot tajam hingga 4,13% ke level 5.939 pada Rabu (3/6).(Dok. Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi tajam pada perdagangan Rabu (3/6) pagi. Hingga pukul 11.10 WIB, indeks melemah signifikan sebesar 255,71 poin alias 4,13% ke posisi 5.939,71.

Analis saham MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengungkapkan bahwa pergerakan IHSG hari ini tetap berada dalam fase pelemahan (downtrend) dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah. Berdasarkan info pasar, berikut adalah tiga aspek utama nan menyebabkan IHSG terperosok hari ini:

1. Pelemahan Nilai Tukar Rupiah nan Signifikan

Faktor utama nan menekan pasar modal adalah merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pada perdagangan Rabu siang, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.928,50 per dolar AS. Herditya menyebut pelemahan kurs ini menjadi sentimen negatif utama nan mendorong koreksi dalam pada JCI (Jakarta Composite Index).

2. Tekanan dari Saham Emiten Konglomerasi

Selain aspek makro, tekanan juga datang dari internal bursa. Saham-saham emiten konglomerasi dengan kapitalisasi pasar besar tercatat mengalami pelemahan signifikan.

Padahal, dalam dua hari sebelumnya, golongan saham ini sempat menguat tajam hingga menyentuh pemisah auto reject atas (ARA). Aksi ambil untung alias koreksi pada saham-saham berbobot besar ini menjadi pemberat utama indeks.

3. Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Ketegangan Geopolitik

Pengamat pasar duit Ibrahim Assuaibi menambahkan bahwa kondisi dunia turut memperkeruh keadaan. Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah telah memicu kenaikan nilai minyak mentah dunia.

Tercatat nilai minyak jenis WTI berada di level 94,58 dolar AS per barel dan Brent di posisi 96,72 dolar AS per barel. Kenaikan nilai komoditas daya ini memperkuat posisi dolar AS dan memberikan tekanan dobel bagi pasar finansial domestik.

Hingga buletin ini diturunkan, analis memprediksi belum ada kesempatan rebound dalam waktu dekat lantaran secara teknikal IHSG tetap berada dalam tren menurun nan valid. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑