Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 11 Oktober 2026 |09:05 WIB

Anak sakit. (Foto: Freepik)
MASALAH kesehatan ginjal pada anak kerap memicu kekhawatiran besar bagi para orangtua. Selama ini, tidak sedikit orangtua nan menganggap bahwa kasus kandas ginjal hingga kebutuhan cuci darah (hemodialisis) pada usia anak murni disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan alias minuman nan tidak sehat.
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi dalam unggahan video di akun instagramnya mengatakan bahwa penyebab kandas ginjal kronis nan mengharuskan anak menjalani terapi pengganti ginjal jangka panjang pada dasarnya sangat berbeda dengan pemicu pada pasien dewasa.
"Banyak nan berpikir anak nan mengalami kandas ginjal diakibatkan oleh pola hidup nan tidak sehat, misalnya jajanan sembarangan dan lain-lain. Faktanya, penyebab kandas ginjal pada anak berbeda dengan orang dewasa," ujar dr. Reza.

1. Sindrom Nefrotik Resisten Steroid
Ia menjelaskan, jika pada orang dewasa penyakit ginjal umumnya dipicu oleh komplikasi style hidup seperti glukosuria melitus dan hipertensi, maka pada anak kondisi ini dominan disebabkan oleh aspek medis spesifik.
"Pada orang dewasa kebanyakan memang lantaran komplikasi dari penyakit glukosuria ataupun hipertensi nan banyak mengenai dengan pola hidup. Tapi pada anak, tiga penyakit tersering nan menyebabkan dia kudu menjalani terapi pengganti ginjal jangka panjang, baik cuci darah, CAPD, ataupun transplant, adalah nan pertama: sindrom nefrotik resisten steroid," jelas dia.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·