
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama di Moto3 2026. (Foto: Instagram/veda_54)
INDONESIA bersiap mencatatkan tinta emas dalam sejarah otomotif nasional pada akhir pekan ini. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, tiga pembalap kebanggaan Tanah Air bakal tampil berbarengan dalam satu pekan balap di arena seri Amerika Serikat 2026.
Ketiga pembalap Indonesia itu adalah Mario Aji nan berkompetensi di kelas Moto2, Veda Ega Pratama di kelas Moto3, serta Dimas Pratama nan bakal berkompetisi di arena Harley Davidson Bagger World Cup.
Momen langka ini menjadi nan pertama kalinya sejak Moto2 Malaysia 2013, saat Doni Tata Pradita, Rafid Topan Sucipto, dan M. Fadli Immammuddin turun berbareng di sirkuit nan sama. Kini, generasi baru balap Indonesia siap melanjutkan tongkat estafet tersebut di Circuit of The Americas (CoTA), Austin, Amerika Serikat, pada 27–29 Maret 2026.
1. Magis Veda Ega di Brasil
Kepercayaan diri kontingen Indonesia sedang berada di titik tertinggi menyusul performa fenomenal Veda Ega Pratama di seri sebelumnya. Di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil, Veda sukses mengukir sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama nan naik podium di arena Grand Prix dengan finis di posisi ketiga.
Mario Aji. Mario Suryo Aji (Foto: Instagram/mariosuryoaj1)
Keberhasilan ini diraih lewat tindakan heroik pada putaran terakhir setelah balapan sempat dihentikan akibat bendera merah (red flag). Momen emosional sempat terekam saat Mario Suryo Aji, senior Veda di Honda Team Asia, memberikan pelukan hangat tepat sebelum balapan Moto2 dimulai.
Mario nan sekarang berumur 22 tahun tampak bangga merayakan pencapaian juniornya tersebut.
"Saya tidak menyangka bakal naik podium secepat ini," ujar Veda nan baru berumur 17 tahun itu.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·