Jakarta -
Karnaval menampilkan sound horeg kembali menyantap korban jiwa di Jawa Timur. Dalam sebulan, tiga orang meninggal bumi akibat sound horeg.
Korban mulai dari penduduk biasa hingga kru dan penyewa. Korban pertama adalah laki-laki berinisial SN (29) nan tewas saat tengah tertidur dia atas truk bermuatan sound horeg nan tengah melaju.
Nahas, saat melintas di Jalan Krasak, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, kepala terbentur gapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya hari Minggu (2/8), saat kendaraan melintas di bawah gapura pembatas desa," kata Komandan Regu 1 Unit Gakkum Satlantas Polres Jember, Aiptu Hasan Basri dilansir detikJatim, Selasa (1/9/2026).
Korban kedua ialah Bonari (44), penduduk Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Bonari diduga tewas lantaran serangan jantung saat jalan kaki mengikuti karnaval sound horeg memperingati HUT ke-81 RI Minggu (23/8/2026) .
Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi mengatakan sebelum tewas, korban sempat menggelar pesta minuman keras (miras) jenis arak. Pesta miras ini digelar sebelum karnaval dimulai.
Korban mengikuti rombongan parade sound horeg setelah menenggak arak. Setelah menempuh jarak sekitar 1 kilometer dari garis start, tubuh korban mendadak oleng lampau terkapar di atas aspal.
Korban terbaru ialah Slamet Timbang (57). Warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember itu tertimpa kanopi dan tembok saat mengantar istrinya ke apotek.
Insiden tragis itu terjadi di tengah suasana meriah gelaran karnaval dan parade sound horeg nan diselenggarakan pihak Desa Wringinagung, Sabtu (29/8) sekitar pukul 10.30 WIB.
Warga setempat, Ulum menuturkan korban awalnya sedang berdiri di area apotek. Saat itu korban mengunggu sang istri nan tengah membeli obat.
Namun, secara tiba-tiba, tembok gedung dengan kanopi itu ambruk dan langsung menimpa tubuh korban.
"Korban pas menunggu istrinya beli obat. Tidak selang berapa saat ada bunyi keras dan korban sudah tersungkur tertimpa tembok. Kondisinya meninggal di tempat," kata Ulum.
Dentuman keras akibat tembok nan roboh secara mendadak membikin penduduk sekitar dan para peserta karnaval panik. Warga berbareng abdi negara kepolisian nan berada di letak kemudian mengevakuasi jenazah korban.
Baca selengkapnya di sini.
(dek/idh)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·