
Ilustrasi.
KOLOMBO - Setidaknya tiga narapidana tewas dan lebih dari 20 orang lainnya terluka dalam dua bentrok terpisah di penjara Sri Lanka pada Kamis (6/8/2026) dan Jumat (7/8/2026), menurut keterangan seorang menteri pemerintah. Pihak berkuasa mengerahkan pasukan bersenjata komplit ke penjara dengan tingkat keamanan maksimum utama di negara itu.
Ratusan tentara dan pasukan komando polisi berjaga di sekeliling Penjara Welikada di Kolombo—yang juga dikenal sebagai Penjara Magazine—pada Jumat, menyusul kerusuhan nan bermulai pada Kamis malam.
Menteri Keamanan Publik Ananda Wijepala mengatakan kepada parlemen pada Jumat bahwa seorang narapidana tewas di Penjara Welikada nan berkeamanan tinggi pada Kamis malam, ketika sekitar 40 tahanan terlibat bentrok setelah keluar dari sel mereka.
Puluhan narapidana keluar dari sel dan memanjat ke genting gedung penjara sekitar tengah malam, nan memicu bentrok dengan petugas penjaga.
Seorang pejabat penjara menyatakan situasi telah sukses dikendalikan, namun kerusuhan serupa dilaporkan terjadi di penjara lain di Kuruwita, nan terletak sekitar 80 kilometer di tenggara Kolombo.
Dua narapidana tewas pada Jumat pagi di Penjara Kuruwita, ujar Wijepala.
Secara keseluruhan dari kedua kejadian tersebut, 23 narapidana terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Wijepala menambahkan bahwa kekerasan itu mengenai dengan para pengedar narkoba dan golongan pidana nan saling bersaing.
Pihak berkuasa penjara tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.
Kabar mengenai ketiga kematian tersebut muncul sebulan setelah bentrok di penjara Negombo pada 6 Juli nan menewaskan setidaknya 26 orang, termasuk tujuh petugas penjara. Peristiwa itu merupakan kerusuhan penjara paling mematikan di negara tersebut dalam kurun waktu lebih dari lima tahun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·