29 Pelajar DKI Terjaring Aksi 27 Agustus Dikirim Ikut Pembekalan Bela Negara

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Sebanyak 29 siswa asal DKI Jakarta mengikuti aktivitas pembekalan bela negara di Bogor. Para siswa tersebut sebelumnya terjaring dalam tindakan demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR pada 27 Agustus lalu.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana mengatakan mereka menjadi bagian dari total 151 anak nan mengikuti kegiatan. Total ada 29 siswa nan terdiri dari 12 siswa SMK, tujuh siswa SMA, empat siswa SMP, empat peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), satu siswa Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan satu siswa SD.

"Ini programnya program Polda, nan di bawah Direktorat PPA dan PPO. Dan itu tidak hanya dari Jakarta," kata Nahdiana saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nahdiana menjelaskan aktivitas tersebut merupakan bagian dari program nan dikoordinasikan Polda Metro Jaya dengan Kementerian Pertahanan melalui KKRI terhadap anak nan berhadapan dengan norma (ABH).

"Jadi kami diminta untuk menugaskan siswa-siswa nan berasal dari DKI Jakarta sebanyak 29 siswa dari total 151 nan mengikuti program tersebut," ujarnya.

Di sisi lain, dia mengatakan para siswa tersebut memang berada di Polda Metro setelah tindakan demonstrasi 27 Agustus. Namun, keterlibatan masing-masing siswa dalam tindakan belum dipastikan.

"Pada saat kemarin lenyap demo, memang mereka ada di Polda. Tapi apakah ikut demo semua dari 29 anak itu alias tidak, saya belum sampai sejauh itu," katanya.

Menurut Nahdiana, program tersebut lebih diarahkan pada edukasi dan pembinaan terhadap anak. Dia menilai aktivitas bela negara nan digagas Polda Metro merupakan langkah positif.

"Penanganannya lebih kepada gimana anak-anak ini teredukasi dulu. Dan Polda punya program bagus kan. Jadi saya ikut. Saya pikir juga kan jadi bagus ya, itu program bela negara," tuturnya.

Dia pun memastikan seluruh siswa nan mengikuti aktivitas tersebut telah mendapatkan persetujuan dari orang tua masing-masing.

"Semua siswa telah mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa untuk mengikuti aktivitas tersebut," lanjutnya.

Nahdiana berambisi para siswa nan mengikuti program tersebut dapat membawa nilai-nilai positif setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

"Harapannya juga jadi anak-anak bisa menyebar virus kebaikan setelah dia ikut program ini," imbuhnya.

Adapun aktivitas pembekalan bela negara ini merupakan tindak lanjut surat Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Metro Jaya Nomor B/397/IX/OTL.4./2026/Ditres PPA dan PPO tertanggal 2 September 2026.

(bel/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News