Polda Metro Jaya bakal memanfaatkan integrasi sekitar 27 ribu CCTV berbareng Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat upaya pemberantasan pemalak dan kejahatan jalanan di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.
Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, pemanfaatan jaringan CCTV nan terhubung bakal membantu polisi memantau titik rawan, mempercepat respons petugas di lapangan, serta mendukung pengungkapan kasus kriminal.
“Dengan adanya kerja sama dengan Pak Gubernur, Pemprov DKI Jakarta, kita bakal memaksimalkan pemanfaatan CCTV ini, nan tentunya bisa kita gunakan untuk mengungkap dari tindakan kejahatan nan terjadi saat-saat ini,” kata Asep usai penandatanganan nota kesepakatan optimasi pemanfaatan CCTV di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/5).
Menurut Komjen Asep, integrasi CCTV bakal digunakan untuk mendukung pengamanan dan ketertiban umum, termasuk memonitor arus lampau lintas agar personel lapangan bisa lebih sigap merespons laporan masyarakat.
“Kerja sama ini diarahkan untuk keamanan, ketertiban, dan juga bisa kita gunakan untuk memonitor arus lampau lintas nan ada di wilayah DKI Jakarta ini agar personel lapangan lebih sigap melakukan reaksi, mendatangi letak tempat-tempat nan perlu didatangi,” ujarnya.
Ia mengatakan, Polda Metro Jaya saat ini juga terus memetakan titik-titik rawan kejahatan jalanan, termasuk kasus pencurian dengan kekerasan dan begal, untuk menentukan letak patroli dan penempatan personel.
“Dalam perihal ini kami terus memetakan titik-titik rawan. Di sana kita bisa mengoptimalkan aktivitas patroli ataupun memberikan strong point ataupun menempatkan pos pantau guna mengantisipasi perihal tersebut,” kata Asep.
Kapolda mengungkapkan, sejauh ini Polda Metro Jaya telah mengungkap enam kasus kejahatan jalanan melalui langkah penindakan nan dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.
“Perlu kami sampaikan bahwa kemarin kita sudah mengungkap enam kasus nan terjadi di wilayah norma DKI Jakarta,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor melalui call center 110 andaikan menemukan alias menjadi korban tindak pidana di lingkungannya.
“Saya berambisi masyarakat tidak segan-segan segera laporkan jika ada kejadian-kejadian nan terjadi di wilayahnya,” kata Asep.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memperkenalkan Tim Pemburu Begal nan bakal beraksi selama 24 jam untuk menekan maraknya kejahatan jalanan di Jakarta.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan integrasi CCTV bakal menggabungkan kamera nan selama ini dikelola Pemprov DKI, BUMD seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta, perangkat lampau lintas milik kepolisian, hingga kamera nan terpasang di gedung-gedung bertingkat.
“CCTV nan bakal dikelola berbareng kurang lebih, di tahap awal ini sebelum pengembangan, kurang lebih kelak 27 ribu,” kata Pramono.
Ia berambisi pemanfaatan teknologi pengawasan ini dapat memperkuat program Jaga Jakarta nan selama ini dijalankan bersama.
Meski akses CCTV diperluas untuk kepentingan keamanan, Pramono menegaskan dashboard pemantauan tidak bakal dibuka untuk publik lantaran menyangkut kerahasiaan dan keamanan data.
“Tidak semua orang bisa dengan mudah membuka CCTV ini, lantaran ini menyangkut kerahasiaan publik,” ujarnya.
44 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·