250.000 Orang di Prancis dan Spanyol Dievakuasi akibat Kebakaran Hutan Eropa Mengganas

Sedang Trending 5 jam yang lalu
250.000 Orang di Prancis dan Spanyol Dievakuasi akibat Kebakaran Hutan Eropa Mengganas Kebakaran rimba dahsyat melanda Eropa. Ratusan ribu penduduk Prancis dan Spanyol dievakuasi, angin kencang sorong api mendekati Bordeaux.(EPA)

PETUGAS pemadam kebakaran terus berjuang keras menaklukkan kebakaran hutan dahsyat nan melanda wilayah barat daya Prancis. Angin kencang dan suhu tinggi nan membakar kian memperburuk keadaan, mendorong kobaran api mendekati Kota Bordeaux. Seorang pejabat setempat mengonfirmasi situasi kritis ini dengan menyatakan bahwa mereka "masih jauh dari mengendalikan api."

Lebih dari 250.000 orang di Prancis dan Spanyol terpaksa mengungsi dari rumah mereka setelah kebakaran terjadi selama berhari-hari. Di Prancis saja, sekitar 200.000 penduduk telah dievakuasi dari wilayah Gironde dan Landes. Bahkan, tujuh kota di sebelah barat Bordeaux telah diperintahkan untuk mengosongkan permukiman.

Hingga Sabtu pagi, titik api utama berjarak sekitar 40 hingga 50 kilometer dari Bordeaux. Meski begitu, tiupan angin membawa asap pekat dan aroma menyengat hingga ke dalam kota.

Spencer Randall, seorang visitor nan melarikan diri berbareng keluarganya ke wilayah sejauh 160 kilometer di timur Bordeaux, menggambarkan dahsyatnya peristiwa tersebut.

"Angin nan cukup kencang mengobarkan kobaran api, sungguh menakutkan," ujarnya kepada BBC. Ia menambahkan bahwa aroma kebakaran rimba tetap tercium kuat dari letak pengungsiannya.

Kondisi ini membikin Pemerintah Prancis mengerahkan personel militer untuk membantu pembuatan sekat bakar dan pembersihan semak-semak. Presiden Emmanuel Macron dijadwalkan menggelar rapat darurat berbareng para menteri guna menangani sekitar 30 titik api nan mengamuk di seluruh negeri, sebuah situasi nan disebut pemerintah belum pernah terjadi sebelumnya. Dampaknya apalagi membikin rute babak akhir Tour de France diperpendek dari 133 kilometer menjadi 89 kilometer agar personel keamanan dapat dialihkan ke letak bencana.

Darurat Nasional di Spanyol dan Luapan Api di Wilayah Eropa

Sementara itu di Spanyol, keadaan darurat telah diberlakukan. Kebakaran di wilayah Madrid dan Ávila memaksa nyaris 60.000 orang dievakuasi, sementara lebih dari 28.000 penduduk lainnya diminta berdiam diri di dalam rumah. Presiden Regional Madrid, Isabel Díaz Ayuso, menyebut musibah ini sebagai "kebakaran terburuk dalam sejarah area tersebut." Otoritas lokal di València juga mengonfirmasi tewasnya seorang laki-laki lansia nan ditemukan di dalam mobilnya saat petugas memadamkan api di Manises.

Kendati demikian, sedikit penurunan suhu dan bertambahnya kelembapan memberi sedikit titik terang bagi tim pemadam di luar Madrid. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyatakan adanya kesempatan untuk mengendalikan keadaan meski tantangan berat tetap membayang.

"Saat ini, kita mempunyai ruang kesempatan untuk menanggulangi kebakaran hutan, melindungi dan menyelamatkan nyawa, serta secara efektif berupaya mengendalikan api," tutur Sánchez.

Skala musibah kebakaran tahun ini tercatat merusak lahan secara masif. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, melaporkan bahwa 98.000 hektar lahan di negaranya telah gosong sepanjang tahun 2026. Di Spanyol, PM Sánchez menyebut nomor nan terbakar mencapai 130.000 hektare, jauh melampaui rata-rata tahunan sebesar 100.000 hektar dalam dasawarsa terakhir.

Tak hanya Prancis dan Spanyol, krisis serupa menjangkiti wilayah Eropa lainnya. Pulau Sisilia di Italia mencatat lebih dari 350 titik kebakaran, sedangkan area Cairngorms National Park di Skotlandia menghadapi kebakaran nan telah menyala selama 10 hari.

Menanggapi krisis nan meluas, Uni Eropa (UE) telah mengaktifkan sistem perlindungan sipil. Bantuan armada pesawat pemadam, helikopter, hingga tim mahir dari Kroasia, Portugal, Republik Ceko, Slovakia, dan Rumania mulai dikerahkan untuk membantu penanganan musibah di area tersebut. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia