Jakarta -
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan 242.280 Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) telah direaktivasi. Dari jumlah tersebut, ratusan ribu orang merupakan penderita penyakit katastropik alias penyakit mematikan.
Gus Ipul awalnya menyampaikan pihaknya telah menonaktifkan 13,5 juta penerima support agunan kesehatan pada 2025. Pada saat nan sama, menurut dia, ada 106 ribu nan melakukan reaktivasi.
"Kita telah menonaktifkan sekitar 13,5 juta. Jadi ada 13,5 juta nan kita nonaktifkan di tahun 2025. Sebanyak 106 ribu lebih melakukan reaktivasi, sisanya beranjak segmen berdikari dan dibiayai oleh Pemda. Ini nan tahun 2025," kata Gus Ipul saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Gus Ipul menyampaikan, pada 2026, ada 242.280 penerima faedah PBI JK nan telah melakukan reaktivasi. Sebanyak 106 ribu penderita katastropik di antaranya aktif kembali secara otomatis.
"Pada awal tahun 2026 ini, dari 11 juta nan dinonaktifkan, 106.153 penderita katastropik telah direaktivasi otomatis sehingga total reaktivasi Januari sampai Maret tahun 2026 sebanyak 242.280 penerima manfaat. Mereka melakukan reaktivasi sebagai peserta PBI JK," ucap dia.
Sebagai informasi, penderita katastropik adalah penderita penyakit mematikan, seperti penyakit jantung, kandas ginjal kronis, hingga kanker. Persoalan sejumlah penderita kandas ginjal tidak bisa melakukan cuci darah lantaran BPJS bermasalah pernah ramai terjadi beberapa waktu nan lampau hingga akhirnya DPR meminta pemerintah melakukan evaluasi.
Kembali ke Gus Ipul, dia mengatakan dari 11 juta nan dinonaktifkan, ada 2,1 juta nan sekarang tetap aktif sebagai penerima manfaat.
"Jadi total nan kemudian tetap aktif sebagai peserta BPJS Kesehatan lewat beragam segmen dari 11 juta itu ada 2.155.665 penerima manfaat," ujar dia.
(maa/whn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·