2 Ribu Warga DIY Ajukan Sanggah, Usai Bansos Ditangguhkan Terindikasi Judol

Sedang Trending 45 menit yang lalu
Ilustrasi gambling slot. Foto: Adi Prabowo/kumparan

Lebih dari 2 ribu penduduk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) nan ditangguhkan support sosialnya lantaran terindikasi aktivitas gambling online (judol) mengusulkan sanggah.

Dinas Sosial DIY menyebut pengajuan sanggah tersebut tetap berproses dan selanjutnya bakal diusulkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menentukan apakah bansos dapat kembali diberikan.

"Ya mungkin 2.000-an sudah ada ya, kurang lebihnya, lantaran Gunungkidul kemarin sudah nyaris 1.000-an begitu, nan ditindaklanjuti sudah 900. Terus kabupaten nan lainnya juga rata-rata di atas 200 gitu ya," kata Kepala Dinsos DIY Suyarno di kompleks Kepatihan Pemda DIY, Rabu (16/9).

Data-data ini tengah diproses untuk diusulkan ke pusat. Suyarno bilang, nan menentukan dikabulkan dan tidak adalah pemerintah pusat.

"Jadi kami hanya membantu memfasilitasi gitu, untuk sanggah maupun untuk perubahan desil dan seterusnya," ujarnya.

Bermacam Kasus

Terkait rekening penerima bansos nan terindikasi judol ini ada beberapa peristiwa mulai dari memang penerima bansos tersebut terlibat judol hingga info digunakan orang lain.

"Macam-macam. Jadi memang ada nan betul-betul melakukan judol, ada gitu ya. Jadi bansos itu dipakai untuk judol itu ada," katanya.

"Tetapi ada juga nan disalahgunakan dalam tanda kutip digunakan alias disalahgunakan oleh personil family nan lain, alias orang lain, betul-betul orang lain gitu," ujarnya.

Ada kasus penduduk penerima bansos nan KTP-nya dipinjam orang lain. Ternyata info KTP digunakan untuk judol.

"Jadi ada identitas KTP misalnya dipinjam, rupanya untuk hal-hal seperti itu. HP dipinjam untuk judol dan lain-lain," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan