Jakarta -
Dua lurah inisial ZM (53) dan RAK (41) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), digerebek penduduk saat tengah pesta miras dengan dua wanita di instansi kelurahan. Kedua lurah itu sekarang dinonaktifkan oleh Pemkot Kendari.
"Dalam menyikapi kejadian dua lurah ini, nan pertama adalah kita nonaktifkan mereka dengan tujuan untuk menyelesaikan persoalan norma nan mereka hadapi," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kendari, Alfian dalam keterangannya dilansir detikSulsel, Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alfian menuturkan pelayanan pemerintahan di dua wilayah tersebut tidak bakal terganggu meski kedua lurah dinonaktifkan. Pemkot telah menyiapkan langkah agar roda pemerintahan tetap melangkah seperti biasa.
"Kami menghormati proses norma nan sedang berjalan. Untuk sementara, tugas-tugas pemerintahan bakal dijalankan oleh pejabat pelaksana tugas agar pelayanan kepada masyarakat tetap melangkah normal," ujarnya.
Alfian mengungkapkan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat mengenai kejadian tersebut. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi kepada ketua wilayah setempat.
"Dengan adanya kejadian ini, pemkot membenarkan bahwa memang semalam ada info dari masyarakat. Kami juga telah melakukan konfirmasi kepada ketua mereka, dalam perihal ini Camat Abeli," ungkapnya.
Baca buletin selengkapnya di sini.
(whn/imk)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·