2 Kebocoran Udara Ditemukan di ISS, Astronaut Dipastikan Aman

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) Foto: Dima Zel/Shutterstock

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengungkapkan adanya dua kebocoran udara di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Jumat (5/6) waktu setempat. Meski demikian, Roscosmos memastikan kondisi tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung bagi awak maupun sistem di dalam laboratorium orbit tersebut.

Roscosmos mengatakan kebocoran terdeteksi saat kompartemen ruang transisi pada modul Zvezda diberi tekanan.

"Para ahli dari golongan kontrol operasional utama segmen Rusia di ISS mendeteksi kebocoran dari wahana tersebut," tulis Roscosmos, mengutip Reuters.

Kebocoran pertama disebut sukses ditangani menggunakan senyawa penyegel rapat udara, sementara persiapan dilakukan untuk menutup kebocoran kedua nan berada di bagian kerucut ruang transisi modul Zvezda. Menurut Roscosmos, tekanan di dalam ISS tetap stabil dan berada pada tingkat nan telah diperhitungkan sehingga keselamatan kru tidak terancam.

Astronaut NASA, Anne McClain (kanan) dan Nick Hague saat melakukan perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Foto: NASA via Reuters

Meski begitu, NASA sempat memerintahkan lima astronaut berlindung di kapsul Crew Dragon milik SpaceX dan bersiap melakukan prosedur pemindahan selama nyaris dua jam. Perintah tersebut dikeluarkan pada pukul 09.04 waktu setempat setelah Rusia mencoba memperbaiki retakan di segmen ISS miliknya.

Sekitar dua jam kemudian, NASA mencabut petunjuk itu dan mengizinkan para astronaut kembali ke stasiun setelah memantau laju kebocoran udara berbareng Roscosmos.

ISS saat ini dihuni tujuh astronaut dari dua misi berbeda. Tim Crew-12 nan tiba pada Februari 2026 terdiri dari astronaut NASA Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Sophie Adenot, serta kosmonaut Rusia Andrey Fedyaev. Tiga personil kru lainnya, ialah astronaut AS Christopher Williams serta kosmonaut Rusia Sergey Kud-Sverchkov dan Sergei Mikayev, telah berada di ISS sejak November 2025.

Perbedaan pendekatan perbaikan juga sempat memicu ketegangan antara kedua badan antariksa. Dua kosmonaut Rusia berencana menggunakan gergaji untuk mencapai area nan diduga menjadi sumber retakan, tapi NASA tidak menyetujui metode tersebut.

Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) Foto: Dima Zel/Shutterstock

Keberatan dari NASA membikin pusat kendali misi di Houston memerintahkan prosedur safe-haven, ialah langkah darurat nan mengharuskan astronaut berlindung di wahana antariksa nan dapat digunakan untuk pemindahan jika diperlukan.

Juru bicara NASA, Bethany Stevens, mengatakan prosedur tersebut dihentikan setelah Roscosmos menghentikan sementara upaya perbaikan.

"Kami menantikan kerja sama dengan Roscosmos untuk menemukan pendekatan berbareng dalam menangani kebocoran ini," kata Stevens.

Perintah safe-haven tergolong jarang dilakukan di ISS. Dalam 27 tahun sejarah operasinya, belum pernah ada astronaut nan betul-betul kudu meninggalkan stasiun luar angkasa tersebut akibat keadaan darurat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan