Dua anak buah kapal (ABK) penduduk negara Indonesia (WNI) lenyap setelah kapal penangkap ikan nan mereka tumpangi terbalik akibat berbenturan dengan kapal pengangkut gas minyak cair (LPG) di perairan Busan, Korea Selatan, Kamis (25/6).
Menurut penjaga pantai Ulsan, kapal penangkap ikan berbobot 79 ton itu berbenturan dengan kapal pengangkut LPG berbobot 992 ton sekitar pukul 10.10 waktu setempat alias 08.10 WIB.
Dilansir Antara, tabrakan tersebut menyebabkan delapan awak kapal tercebur ke laut. Mereka terdiri dari enam WNI dan dua penduduk Korea Selatan.
Enam awak kapal sukses diselamatkan oleh kapal LPG nan terlibat dalam kecelakaan tersebut. Namun dua WNI nan berumur sekitar 30 tahun tetap belum ditemukan.
Otoritas Korea Selatan telah mengerahkan kapal patroli, helikopter, serta beragam peralatan pencarian dan pengamanan untuk menemukan kedua korban.
Salah satu korban nan sukses diselamatkan dilaporkan berada dalam kondisi kritis, seperti dilaporkan instansi buletin Yonhap.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung juga memerintahkan pengerahan seluruh sumber daya nan tersedia guna mempercepat pencarian korban lenyap dan menangani akibat kecelakaan tersebut.
Kemlu RI dan KBRI Seoul Pantau Pencarian
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, mengatakan Kemlu dan KBRI Seoul terus berkoordinasi dengan otoritas Korea Selatan mengenai kejadian tersebut.
"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Seoul terus memantau dan berkoordinasi secara intensif dengan Korea Coast Guard (KCG) mengenai kejadian tenggelamnya kapal penangkap ikan nan turut diawaki oleh 6 ABK WNI, di perairan Busan pada 25 Juni 2026," kata Heni dalam keterangan tertulis kepada kumparan.
Menurut Heni, dari total enam WNI nan berada di kapal tersebut, empat orang sukses diselamatkan sementara dua lainnya tetap dalam pencarian.
"Dari jumlah tersebut, 6 ABK (4 di antaranya WNI) sukses diselamatkan, sementara 2 ABK WNI lainnya tetap dalam proses pencarian," ujarnya.
Ia mengatakan otoritas Korea Selatan saat ini mengerahkan kapal patroli penjaga pantai, kapal Angkatan Laut, helikopter, kapal pemerintah lainnya, serta kapal nelayan di sekitar letak kejadian untuk mendukung operasi pencarian.
Heni menambahkan KBRI Seoul juga telah menjalin komunikasi dengan family para awak kapal untuk menyampaikan perkembangan info dan memberikan pendampingan nan diperlukan.
"Kemlu RI dan KBRI Seoul bakal terus memantau penanganan kejadian melalui koordinasi dengan otoritas setempat dan mengikuti dengan saksama perkembangan lebih lanjut proses pencarian dimaksud," ucapnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·