Ilustrasi.(Youtube @MediaEdukasiOnline)
DALAM aliran Islam, lisan merupakan gambaran hati. Salah satu langkah menjaga kesucian hati adalah dengan membiasakan diri mengucapkan kalimat thayyibah.
Secara bahasa, thayyibah berfaedah baik atau suci. Kalimat thayyibah adalah perkataan-perkataan mulia nan mengandung pengagungan terhadap Allah SWT, doa, serta nilai-nilai kebenaran nan bisa mendatangkan pahala dan ketenangan jiwa.
Daftar 17 Kalimat Thayyibah, Makna, dan Waktu Penggunaannya
Berikut daftar komplit kalimat thayyibah nan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
| 1 | Basmalah Bismillahirrahmannirrahiim |
"Dengan menyebut nama Allah nan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." Diucapkan saat hendak memulai segala kebaikan kebaikan agar berkah. |
| 2 | Hamdalah Alhamdulillah |
"Segala puji bagi Allah." Diucapkan sebagai corak syukur atas nikmat, keberhasilan, alias setelah menyelesaikan suatu pekerjaan. |
| 3 | Tasbih Subhanallah |
"Maha Suci Allah." Diucapkan saat memandang keajaiban alam, sesuatu nan luar biasa, alias saat merasa heran terhadap sesuatu nan tidak sesuai keagungan-Nya. |
| 4 | Tahlil Laa ilaha illallah |
"Tiada Tuhan selain Allah." Kalimat tauhid nan paling utama, diucapkan untuk memperkuat ketaatan dan sebagai dzikir harian. |
| 5 | Takbir Allahu Akbar |
"Allah Maha Besar." Diucapkan untuk mengagungkan kebesaran kemuliaan Allah, saat beragama (shalat), alias saat menghadapi situasi nan memerlukan keberanian. |
| 6 | Istighfar Astaghfirullah |
"Aku memohon maaf kepada Allah." Diucapkan saat melakukan kesalahan, khilaf, alias sebagai corak kerendahan hati memohon ampunan. |
| 7 | Hauqalah La haula wala quwwata illa billah |
"Tiada daya dan upaya selain dengan kekuatan Allah." Diucapkan saat menghadapi kesulitan berat alias memohon pertolongan Allah. |
| 8 | Istirja Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un |
"Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali." Diucapkan saat tertimpa musibah, mendengar berita duka, alias kehilangan sesuatu. |
| 9 | Masya Allah Masya Allah |
"Apa nan dikehendaki Allah (maka itulah nan terjadi)." Diucapkan saat memandang sesuatu nan bagus alias mengagumkan agar terhindar dari sifat sombong alias penyakit 'ain. |
| 10 | Barakallah Barakallahu fik |
"Semoga Allah memberkahimu." Diucapkan sebagai angan kebaikan untuk orang lain nan sedang berbahagia alias mendapat nikmat. |
| 11 | Salam Assalamu’alaikum |
"Semoga keselamatan tercurah kepadamu." Diucapkan saat berjumpa sesama Muslim, bertamu, alias memulai pembicaraan. |
| 12 | Insya Allah Insya Allah |
"Jika Allah menghendaki." Diucapkan saat berjanji alias merencanakan sesuatu di masa depan sebagai corak kepasrahan pada kehendak-Nya. |
| 13 | Hasbunallah Hasbunallah wanikmal wakil |
|
| 14 | Shalawat Allahumma shalli 'ala Muhammad |
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad." Diucapkan sebagai corak cinta kepada Rasulullah, saat mendengar nama beliau disebut, alias sebagai pembuka doa. |
| 15 | Tabarakallah Tabarakallah |
"Maha Suci Allah (Maha Berkah Allah)." Sering diucapkan beriringan dengan Masya Allah saat memandang keberkahan pada diri sendiri alias orang lain. |
| 16 | Jazakallahu Khairan Jazakallahu khairan |
"Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan." Diucapkan sebagai ungkapan terima kasih nan lebih mulia daripada sekadar kata "terima kasih". |
| 17 | Ta'awudz A'udzu billahi minasy syaitanir rajim |
"Aku berlindung kepada Allah dari bujukan setan nan terkutuk." Diucapkan sebelum membaca Al-Qur'an alias saat merasa marah dan digoda untuk melakukan buruk. |
Keutamaan Mengamalkan Kalimat Thayyibah
- Mendapatkan Ketenangan Hati: Sebagaimana janji Allah bahwa dengan mengingat-Nya, hati menjadi tenteram.
- Penghapus Dosa: Kalimat seperti Istighfar dan Tasbih secara unik disebutkan dalam hadits dapat menggugurkan dosa-dosa kecil.
- Investasi Akhirat: Kalimat thayyibah adalah tanaman di surga nan bakal dipanen di alambaka kelak.
- Menjaga Lisan dari Perkataan Sia-sia: Mengganti kebiasaan mengeluh alias bergosip dengan dzikir nan produktif.
FAQ: Pertanyaan Seputar Kalimat Thayyibah
1. Apakah kalimat thayyibah hanya boleh diucapkan saat shalat?
Tidak. Kalimat thayyibah justru sangat dianjurkan untuk diucapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik saat bekerja, berjalan, maupun beristirahat.
2. Apa perbedaan Masya Allah dan Tabarakallah?
Masya Allah diucapkan untuk mengekspresikan kekaguman atas apa nan Allah kehendaki terjadi, sedangkan Tabarakallah adalah pengakuan atas keberkahan nan Allah berikan pada sesuatu tersebut.
3. Mengapa kita kudu mengucapkan Inna lillahi saat tertimpa musibah kecil?
Karena kalimat Istirja mengajarkan kesadaran bahwa segala sesuatu, sekecil apa pun (seperti kunci lenyap alias tersandung), adalah milik Allah dan bakal kembali kepada-Nya, sehingga kita tetap sabar.
4. Apa faedah utama membaca Hauqalah?
Hauqalah (La haula wala quwwata illa billah) adalah simpanan perbendaharaan surga nan memberikan kekuatan spiritual saat manusia merasa lemah dan tidak berdaya.
5. Bagaimana langkah membiasakan lisan mengucapkan kalimat thayyibah?
Mulailah dengan satu kalimat (misal: Alhamdulillah) setiap selesai melakukan perihal kecil, lampau tingkatkan secara berjenjang hingga menjadi refleks otomatis dalam setiap keadaan.
Catatan: Amalkan kalimat-kalimat ini dengan penuh penghayatan makna agar pengaruhnya meresap ke dalam jiwa dan mengubah karakter menjadi lebih baik.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·