16 WNI Meninggal dalam Insiden Kapal Tenggelam di Malaysia

Sedang Trending 57 menit yang lalu
16 WNI Meninggal dalam Insiden Kapal Tenggelam di Malaysia Sejumlah petugas Malaysia dalam upaya pencarian WNI korban kapal tenggelam di Perak, Malaysia.(Antara)

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak melaporkan telah menemukan total 39 penduduk negara Indonesia (WNI) nan menjadi korban kejadian kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia. Penemuan ini merupakan hasil dari operasi pencarian unik nan telah berjalan selama enam hari.

Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kapten Maritim Mohd Shukri Khotob, mengonfirmasi bahwa dari total korban nan ditemukan, belasan di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

"Sejauh ini, total 39 korban telah ditemukan, terdiri atas 23 orang selamat dan 16 lainnya meninggal dunia. Informasi awal menyebut jumlah korban sebanyak 37 orang, namun nomor tersebut diyakini tidak jeli dan diduga tetap ada korban nan belum ditemukan," ujar Mohd Shukri dalam pernyataan resminya, Minggu (17/5).

Identitas Kapal Masih Misterius

Hingga saat ini, otoritas maritim Malaysia belum dapat memastikan perincian maupun identitas kapal nan mengangkut para WNI tersebut. Para korban diduga merupakan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI). Pada hari pertama operasi penyelamatan, petugas hanya menemukan para korban dalam kondisi terapung di perairan terbuka.

Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan beragam unsur kekuatan, di antaranya:

  • Aset Maritim Malaysia (MMEA)
  • Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM)
  • Kapal Nelayan Lokal (VNT)

Area operasi penyisiran mencakup wilayah perairan Pulau Pangkor, Pulau Kelumpang, Pulau Sangga Kechil, hingga Pulau Buloh.

Data Korban Terkini:

  • Total Korban Ditemukan: 39 Orang
  • Korban Selamat: 23 Orang
  • Korban Meninggal Dunia: 16 Orang
  • Status Operasi: Masih Berlanjut

Proses Identifikasi Jenazah

Seluruh jenazah nan sukses dievakuasi telah diserahkan kepada pihak kepolisian Malaysia untuk prosedur lebih lanjut. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Teluk Intan dan Rumah Sakit Taiping guna menjalani proses identifikasi serta penyelidikan medis.

Mohd Shukri menegaskan bahwa operasi SAR terpadu bakal terus dilakukan hingga seluruh korban nan dilaporkan lenyap sukses ditemukan. Ia juga mengimbau masyarakat maritim dan nelayan setempat untuk segera melapor jika menemukan petunjuk alias barang mencurigakan di sekitar letak kejadian guna membantu percepatan operasi pencarian.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia