16 Tewas dalam Tragedi Bus ALS, Komisi V Desak Audit Menyeluruh Standar Keselamatan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan maut nan melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki BBM di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan.

Insiden nan merenggut 16 nyawa ini dinilai sebagai tamparan keras bagi aspek keselamatan transportasi darat nasional.

Huda mendesak Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk segera melakukan audit investigasi menyeluruh, tidak hanya pada kronologi kejadian, tetapi juga pada standar operasional prosedur (SOP) pikulan peralatan rawan dan pikulan penumpang jarak jauh.

“Kejadian di Muratara ini sangat menyayat hati. Sebanyak 16 nyawa melayang dalam sekejap akibat tumbukan nan memicu kebakaran hebat. Kami mendesak adanya audit ketat terhadap kepantasan armada bus ALS dan kesiapan masinis jalan raya kita. Jangan sampai nyawa rakyat terus melayang akibat abainya standar keselamatan di jalur lintas,” ujar Syaiful Huda, Rabu (6/5/2026).

Huda menyoroti aspek kelelahan (fatigue) nan sering menjadi penyebab bus masuk ke jalur berlawanan. Menurutnya pemerintah perlu memperketat pengawasan mengenai menajamen waktu kerja awak bus dengan rute-rute panjang seperti PO ALS.

“Rute bus ALS adalah salah satu nan terpanjang di Indonesia. Pemerintah kudu memastikan bahwa setiap perusahaan otobus mempunyai manajemen waktu kerja dan rehat pengemudi nan ketat dan terpantau secara digital.”

Tabrakan ini menjadi sangat fatal lantaran melibatkan truk tangki BBM. Huda meminta pertimbangan terhadap izin jam operasional dan pengawalan unik bagi truk pengangkut bahan mudah terbakar di jalur-jalur rawan kecelakaan guna meminimalkan akibat fatalitas saat terjadi benturan.

“Kami juga meminta Kemenhub dan Kementerian PU untuk mengecek kembali kepantasan prasarana di letak kejadian, mulai dari marka jalan, penerangan, hingga rambu peringatan di area nan rawan terjadi tabrakan 'adu banteng',” tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita