Penanganan karhutla lewat kerjasama pemerintah dan relawan serta penduduk di Tanjung Puting, Kalteng.(dok.istimewa)
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, penguatan koordinasi antara pemerintah dengan relawan sangat diperlukan dalam penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla), termasuk di area Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.
Menhut dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (15/10), mengatakan, kerjasama ini diarahkan agar seluruh pihak dapat bergerak berbareng menghadapi kebakaran di sejumlah titik nan menjadi prioritas penanganan.
“Ini saatnya kita gotong royong. Ini saatnya kita berbagi solidaritas. Tentu namanya judulnya kerelawanan alias voluntarisme, itu memang kudu panggilan dari hati,” kata Raja Antoni.
Menurut dia, keterlibatan relawan bakal ditempatkan dalam pola koordinasi berbareng sehingga setiap unsur dapat bergerak sesuai kebutuhan di lapangan. Penanganan, lanjut dia, juga bakal diarahkan melalui satu komando operasi agar keputusan antarpihak tidak melangkah sendiri-sendiri. Selain itu, dia mengatakan, Kemenhut juga menyiapkan support peralatan bagi masyarakat di sekitar Tanjung Puting.
Sebanyak 15 desa di sekitar area tersebut bakal didorong membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), dengan support peralatan pemadaman seperti mesin air dan jet shooter untuk memperkuat keahlian penanganan di tingkat tapak.
Menhut menegaskan, pemerintah bakal terus mengerahkan beragam upaya untuk menghadapi karhutla di Tanjung Puting, mulai dari operasi darat, sumur bor, water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca.
“Kolaborasi dengan relawan dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat upaya berbareng untuk menjaga area rimba dan kediaman satwa dari ancaman kebakaran,” ujar dia.
Sementara itu, Menhut Raja Antoni berbareng Pangdam Kalimantan Tengah Kodam XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, turun langsung mengecek penanganan karhutla di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting.
Usai memandang kondisi lapangan, Menhut berbincang dengan para relawan, di antaranya Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan, Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI), ASITA, ASTINDO, Himpunan Klotok Wisata Kumai (HKWK), Tourism Cook Association ( TCA), Persatuan Speed Kumai hingga masyarakat mitra polhut desa sungai sekonyer. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·