145 Warga Serpong Muntaber, Pasokan Air dari Perumahan Positif E coli

Sedang Trending 19 jam yang lalu
Tangerang Selatan -

Sebanyak 145 penduduk Perumahan Serpong Lagoon di Tangerang Selatan (Tangsel) mengalami sakit muntah berak (muntaber). Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meminta pengelola water treatment plant (WTP) perumahan tersebut segera menyediakan pasokan air bersih bagi warga.

"Dengan adanya persoalan ini, pihak pengelola kudu ikut bertanggung jawab memberikan pengedaran air bersih, entah dari mana. nan krusial standar mutu bakunya terpenuhi," kata Pilar seperti di situs Pemkot Tangsel, Jumat (16/10/2026).

Pilar menyampaikan perihal itu saat berjumpa penduduk dan sejumlah organisasi perangkat wilayah (OPD) di Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kamis (15/10). Ia meminta pengelola memenuhi kebutuhan air bersih penduduk sembari memperbaiki instalasi pengolahan dan jaringan distribusinya menyusul kasus muntaber nan diduga berangkaian dengan kontaminasi kuman Escherichia coli (E. coli) pada air nan didistribusikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilar mengatakan penyediaan air pengganti perlu diawasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar kesehatan. Sementara itu, penggunaan air dari WTP di area tersebut kudu dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan memastikan air memenuhi persyaratan kualitas.

Ia menambahkan, Pemkot Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) bakal mengevaluasi instalasi untuk memastikan apakah persoalan berasal dari proses pengolahan alias jaringan pengedaran air.

Pengelola juga diminta membersihkan dan desinfeksi instalasi, mengoptimalkan klorinasi, serta memeriksa jaringan pipa untuk mengidentifikasi kemungkinan kebocoran.

"Jadi saya harapkan penyelesaiannya tidak bisa jangka pendek alias jangka menengah. Saya minta ini jangka panjang, ya, jangka panjang, ya. Sekali lagi saya di sini lantaran care (peduli) terhadap semua. Saya care terhadap nan pasti nomor satu kepada penduduk kami. Maka dari itu duduk berbareng dengan Dinas Cipta Karya untuk mengecek apakah ada saluran nan bocor alias tidak," kata dia.

Pilar juga meminta perusahaan menyelesaikan persyaratan manajemen dan terbuka kepada pemerintah wilayah mengenai hambatan nan dihadapi. Ia menyebut, upaya kerja sama dengan Perumda Tirta Pakuan/PAM sebelumnya telah dibahas, tetapi belum menemukan titik temu.

Menurutnya, perbaikan WTP kudu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga jaringan pengedaran ke rumah warga. Pengelola juga diminta berkomitmen memenuhi standar kualitas air agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

"WTP ini bisa dibenahi secara total. Bukan pembenahan sedikit-sedikit, tetapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu kudu diperbaiki sesuai standar," tegasnya.

Sementara itu, Dinkes Tangsel berbareng Puskesmas Keranggan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil tiga sampel air untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan nomor E. coli sebesar 14 pada sampel reservoir WTP, 660 pada sampel rumah penduduk nan menggunakan filter, dan 956 pada sampel rumah tanpa filter.

Temuan tersebut menunjukkan adanya E. coli pada ketiga sampel nan diperiksa. Meski demikian, sumber dan jalur kontaminasi tetap perlu ditelusuri melalui pemeriksaan instalasi pengolahan, sumber air baku, serta jaringan perpipaan menuju rumah warga.

(jbr/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑