145 Warga Serpong Alami Muntaber, Pemkot Tangsel Uji Lab Sampel Air

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Lebih dari 140 penduduk perumahan di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), mengalami sakit muntah dan berak (muntaber). Sakit itu diduga dipicu pengedaran water treatment plant (WTP) di perumahan tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Citata) Tangsel menemukan sumber air di perumahan tersebut nan tak layak konsumsi.

"Saya sudah survei ke letak dengan tim Cipta Karya dan sudah berjumpa dengan RW setempat, bahwa air di perumahan Serpong Lagoon keruh berwarna hijau lumut dan tidak layak digunakan," kata Kordinator Pembantu Bidang Pusat Data Informasi BPBD Tangsel, Sutrisno, Rabu (14/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilaporkan ada 145 penduduk perumahan Serpong Lagoon nan mengalami indikasi diare. Petugas mengenai mengambil sampel air tersebut untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tangsel.

BPBD Tangsel juga membawa air bersih untuk kebutuhan masyarakat. Bantuan pengedaran air bersih dilakukan sampai pemisah waktu nan belum ditentukan.

"Sudah diambil sampel uji lab. Tadi kita ke letak Perumahan Lagoon membawa 4.000 liter dan diminta uji lab dari Puskesmas Kranggan beserta tim Cipta Karya. kita bakal mendistribusikan Air bersih namun tidak ada wadah penampungan di letak tersebut," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota (Wawalkot) Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan tetap ada puluhan penduduk nan sembuh dan mengikuti rawat jalan. Selain itu, tetap ada penduduk nan dirawat di rumah sakit (RS).

"Ada 145 penduduk Serpong Lagoon nan mengalami indikasi diare, 67 orang sudah sembuh, 67 rawat jalan, 11 dirawat di RS," kata Pilar.

Pemkot Tangsel terus memantau penduduk nan terdampak. Warga juga diimbau tak mengkonsumsi air nan disediakan perumahan tersebut.

"Untuk penduduk nan terdampak kita lakukan pemantauan kondisi melalui tim puskesmas terdekat dan Dinas Kesehatan," ucap dia.

Pemkot berbareng pihak pengelola juga bakal mengevaluasi dan memperbaiki penyediaan air dari WTP agar sesuai standar konsumsi.

"Untuk sementara penduduk diimbau untuk tidak dulu mengkonsumsi air dari WTP tersebut hingga hasil uji lab selesai dan diumumkan," ujar dia.

Tonton juga video "Kapal Pesiar Ditahan di Prancis lantaran Dugaan Wabah Flu Perut"

(jbr/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑