Ilustrasi.(Magnific)
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mulai mempromosikan draf kesepakatan baru dengan Iran nan bermaksud untuk mengakhiri bentrok regional dan membatasi program nuklir Teheran. Berdasarkan laporan nan beredar, kedua negara dijadwalkan untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Jumat (19/6) di Swiss.
Kesepakatan ini bakal membuka jalan bagi pembicaraan intensif selama 60 hari. Meskipun perincian resminya belum dirilis secara publik, laporan dari Bloomberg News telah merinci 14 poin utama nan menjadi landasan draf nota kesepahaman tersebut.
Rincian 14 Poin Draf MoU AS-Iran
Berikut poin-poin krusial nan dilaporkan bakal menjadi dasar kesepakatan antara Washington dan Teheran:
- Penghentian Perang: Pengakhiran perang segera dan permanen di semua lini, termasuk di Libanon.
- Kedaulatan: Iran dan AS sepakat menghormati kedaulatan serta integritas teritorial masing-masing dan tidak mencampuri urusan internal.
- Tenggat Waktu Negosiasi: Mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari yang dapat diperpanjang atas persetujuan bersama.
- Pencabutan Blokade Laut: AS bakal mencabut blokade angkatan laut dan memulihkan lampau lintas maritim Iran dalam waktu 30 hari.
- Keamanan Jalur Perdagangan: Iran menjamin pergerakan kapal jual beli dari Teluk Persia ke Laut Oman kembali ke volume sebelum perang dalam 30 hari.
- Rehabilitasi Ekonomi: Pembuatan rencana rehabilitasi dan pengembangan ekonomi Iran dengan agunan pembiayaan setidaknya senilai US$300 miliar alias sekitar Rp5.300 triliun.
- Penghapusan Sanksi: Komitmen AS untuk mengakhiri semua jenis hukuman terhadap Iran.
- Komitmen Non-Nuklir: Iran kudu menegaskan kembali bahwa mereka tidak bakal pernah memproduksi senjata nuklir.
- Status Quo Nuklir: Iran menjaga status quo program nuklirnya, sementara AS tidak bakal menjatuhkan hukuman baru alias memperkuat pasukan di area tersebut.
- Ekspor Minyak: Departemen Keuangan AS bakal mengeluarkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah, produk petrokimia, dan jasa mengenai dari Iran.
- Pencairan Aset: Dana dan aset Iran nan dibekukan alias dibatasi bakal dilepaskan dan tersedia sepenuhnya.
- Mekanisme Pengawasan: Pembentukan sistem untuk mengawasi penerapan dan komitmen masa depan terhadap kesepakatan final.
- Negosiasi Lanjutan: Iran dan AS memasuki tahap negosiasi untuk perjanjian final nan komprehensif.
- Legitimasi PBB: Kesepakatan final bakal disetujui melalui resolusi nan mengikat dari Dewan Keamanan PBB.
Tantangan di Lapangan: Meski draf ini menawarkan angan damai, situasi di lapangan tetap tegang. Seorang pejabat AS melaporkan bahwa Iran diduga tetap meluncurkan drone ke arah kapal komersial nyaris setiap malam sejak draf kesepakatan ini dibahas.
Dampak Strategis bagi Kawasan
Langkah Donald Trump ini menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Teheran. Fokus pada rehabilitasi ekonomi Iran senilai ratusan miliar dolar menunjukkan ada upaya insentif finansial nan besar untuk memastikan stabilitas di Timur Tengah.
Namun, keberhasilan MoU ini sangat berjuntai pada penghentian aktivitas militer di Libanon dan agunan keamanan di jalur pelayaran internasional nan krusial bagi pasokan daya global. (Sky News/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·