Jakarta -
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengungkapkan tetap banyak gedung sekolah negeri di Jakarta nan telah berumur sangat tua. Data dari Disdik mengungkapkan terdapat sejumlah sekolah nan dibangun sebelum Indonesia merdeka.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana saat rapat berbareng Komisi E DPRD DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Senin (27/7/2026). Pernyataan itu disampaikan saat menjelaskan langkah pertimbangan menyeluruh terhadap kondisi gedung sekolah usai robohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09.
"Jadi saya jarak keterangan ini dengan kondisi secara umum. 215 satuan pendidikan negeri sekolah-sekolah kita memang jika dibuat pengelompokkan di pembangunannya, memang gedung kita ada nan saya belum lahir saja sudah dibangun," kata Nahdiana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, terdapat sekolah nan usianya apalagi lebih tua dari kemerdekaan Indonesia. Sebagian di antaranya juga berstatus sebagai gedung cagar budaya.
"Jadi ada nan umurnya dibangun sebelum 1947. Jadi ini nan sebagian adalah nan heritage memang ada 13 gedung," ujarnya.
Nahdiana menambahkan, jika dilihat berasas usia bangunan, hanya sekitar 40 persen gedung sekolah negeri nan dibangun dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Karena itu, Pemprov DKI tak hanya konsentrasi pada sekolah nan sudah masuk daftar revitalisasi, tetapi juga bakal memeriksa kondisi seluruh gedung sekolah.
"Kalau kita kelompokkan nan memang 20 tahun terakhir itu hanya 40 sekian persen," ucapnya.
Menurut Nahdiana, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah membentuk tim percepatan revitalisasi gedung sekolah. Tim tersebut bekerja menginventarisasi sekaligus meninjau kondisi seluruh gedung sekolah untuk menentukan prioritas perbaikan.
Tim itu dipimpin Wakil Kepala Dinas Pendidikan dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat wilayah (OPD), seperti Dinas Cipta Karya, Bappeda, BPKD, BPAD, Inspektorat, para wali kota, hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
"Nanti bakal terlihat apakah memang dia perlu rehab total alias hanya rehab berat. Dari tim itu bakal didapatkan prioritas pembangunan," jelasnya.
Ia mengatakan, pembentukan tim ini juga merupakan tindak lanjut pengarahan Gubernur Pramono setelah kejadian robohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09. Selain melakukan inventarisasi, nantinya juga bakal dibentuk tim investigasi untuk mengawasi penyelenggaraan proyek revitalisasi agar tidak mengalami keterlambatan maupun hambatan lain.
"Pak Gubernur juga bukan hanya tim inventarisir, kelak ada tim investigasi. Jadi pada saat pelaksanaannya juga bakal diinvestigasi agar kelak keterlambatan dan nan lain-lain bisa dimitigasi dari sekarang," pungkasnya.
(bel/ygs)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·