Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan terkini terjadi di Timur Tengah Rabu hingga Kamis (30/4/2025). Perlu diketahui meski gencatan senjata tetap terjadi di perang Amerika Serikat (AS) dan Iran, ketegangan tetap terjadi.
Harga minyak menyentuh rekor dalam empat tahun, di tengah ancaman baru blokade Selat Hormuz oleh Presiden AS Donald Trump. Presiden Rusia Vladimir Putin memberi peringatan hingga Iran nan bersiap pada serangan baru.
Lalu gimana updatenya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia dari beragam sumber:
1.Harga Minyak Tembus Rekor Tertinggi dalam 4 Tahun
Harga minyak memperkuat di sekitar level tertinggi empat tahun dengan patokan AS Brent untuk pengiriman Juni, mencapai puncak US$122,53. Ini terjadi setelah sehari sebelumnya sebelumnya, Brent berada di sekitar US$120.
Kenaikan juga terjadi pada patokan internasional lain West Texas Intermediate. Harga minyak West Texas berada di sekitar US$108.
2.Blokade AS di Selat Hormuz
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka telah mencapai "tonggak krusial baru". Ini setelah militer sukses mengalihkan kapal komersial ke-42 nan mencoba melanggar blokade AS di Selat Hormuz.
"Disebutkan bahwa ada 41 kapal tanker dengan 69 juta barel minyak nan tidak dapat dijual oleh rezim Iran, dengan perkiraan nilai lebih dari $6 miliar," ujar CENTCOM dimuat AFP.
3.AS-Jerman Memanas
Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk mengurangi pasukannya di Jerman. Ini sebagai akibat dari penolakan Kanselir Friedrich Merz untuk berasosiasi dalam perang Washington melawan Iran.
Ancaman untuk mengurangi jumlah pasukan AS mencerminkan kritik lama Trump terhadap aliansi NATO. Merz sendiri sebelumnya memicu kemarahan Trump awal pekan ini setelah mengatakan Teheran "mempermalukan" Washington di meja perundingan.
4.Pembicaraan Putin & Trump
Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan rekan sejawatnya dari AS, Trump, untuk tidak melanjutkan serangan terhadap Iran. Dalam percakapan telepon antara kedua pemimpin, Putin mengatakan keputusan Trump untuk memperpanjang gencatan senjata adalah "keputusan nan tepat.
Hal ini dikatakan oleh ajudan Kremlin Yuri Ushakov kepada wartawan, termasuk dari AFP. Namun, dia mengatakan bakal ada "konsekuensi nan tak terhindarkan dan sangat merusak" bagi area dan bumi nan lebih luas jika tindakan militer dimulai kembali.
Trump sendiri menyebut percakapan itu "sangat baik". Ia mengatakan support Rusia untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran berjuntai pada Putin mengakhiri perang di Ukraina.
5.Pentagon Boncos Rp 412,5 triliun
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mempublikasikan biaya perang AS-Iran selama 60 hari. Ia menjawab bahwa diperkirakan kurang dari US$25 miliar (sekitar 412 triliun) sejauh ini, kepada Kongres AS, Rabu.
Sebelumnya kekhawatiran muncul bahwa Amerika menggunakan amunisi krusial dalam jumlah "mengkhawatirkan" dalam bentrok Timur Tengah itu. Hal ini dapat mengurangi cadangan, menuduh para kritikus "memberikan propaganda kepada musuh kita".
6.Trump Makin "Gila" di Selat Hormuz
Trump telah memerintahkan para pejabat keamanan nasional untuk bersiap menghadapi blokade panjang terhadap pelabuhan Iran untuk memaksa Teheran menghentikan program nuklirnya. Hal ini dimuat Wall Street Journal, merujuk tindakan penutupan Selat Hormuz.
Menurut laporan tersebut, Trump tidak percaya bahwa Iran bermusyawarah dengan itikad baik dan berambisi Iran dapat dipaksa untuk menangguhkan pengayaan uranium selama 20 tahun dan menerima pembatasan ketat setelahnya. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump memberi tahu para pelaksana minyak bahwa blokade tersebut dapat diperpanjang selama beberapa bulan lagi.
7.Trump: 'Tidak Ada Lagi Pria Baik Hati'
Trump sendiri kembali meluapkan kemarahan ke Iran. Ia memosting makian ke negeri itu kemarin dalam lama media sosial milinya, Truth Social.
"Iran tidak bisa mengatur diri mereka sendiri. Mereka tidak tahu gimana menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka sebaiknya segera menjadi pintar!" Tulis Trump memposting di platform tersebut seraya memuat ilustrasi dirinya memegang senapan serbu, dengan keterangan "TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK HATI!"
8.Iran di Piala Dunia?
Para pejabat sepak bola Iran terkemuka meninggalkan Kanada, salah satu tuan rumah Piala Dunia, sebelum dimulainya Kongres FIFA. Hal ini terjadi lantaran "perilaku tidak pantas" oleh petugas imigrasi di airport Toronto.
Presiden dan wakil sekretaris jenderal federasi kembali ke Turki dengan penerbangan pertama, tulis beberapa media melaporkan. Namun tak ada perincian lebih lanjut soal laporan ini.
9.Laba Raksasa Minyak Rekor
Raksasa bahan bakar fosil Prancis, TotalEnergies, mengatakan untung bersih naik 51% pada kuartal pertama menjadi US$5,8 miliar. Ini didorong oleh nilai minyak nan lebih tinggi mengenai dengan perang di Timur Tengah.
"Pertumbuhan produksi minyak dan gasnya di Brasil dan Libya memungkinkan grup tersebut untuk mengimbangi kerugian di wilayah Teluk, nan biasanya setara dengan 15% dari total upaya minyak dan gasnya," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan, sembari juga menyoroti "kemampuannya untuk memanfaatkan kenaikan harga".
10.Kilang Kembali Beroperasi
TotalEnergies juga mengatakan telah memulai kembali kilang Satorp di Arab Saudi pada pertengahan April. Ini setelah akomodasi tersebut, nan dimiliki berbareng dengan Aramco kerajaan, ditutup menyusul kerusakan nan diderita akibat serangan udara.
"Menyusul peristiwa 8 April, nan memengaruhi tiga unit di letak Satorp dan menyebabkan penutupan sebagai tindakan pencegahan keselamatan, unit nan tidak rusak dapat dihidupkan kembali, dan kilang tersebut telah beraksi dengan kapabilitas 230.000 b/d (barel per hari) sejak 14 April," kata perusahaan tersebut.
11.Gencatan Senjata Lebanon
Presiden Lebanon Joseph Aoun mendesak Israel untuk sepenuhnya menerapkan gencatan senjata sebelum memulai pembicaraan langsung. Dua hari terakhir serangan Israel menewaskan lebih dari 20 orang.
Israel telah memerangi Hizbullah sejak awal Maret, mengirim pasukan ke Lebanon selatan untuk memerangi golongan militan nan didukung Iran tersebut, dengan kekerasan nan terus bersambung meskipun ada gencatan senjata nan rentan pada 17 April. Aksi Israel tersebut memicu kemarahan banyak negara.
12.Iran Siap Perang Baru dengan AS
Komandan Iran berjanji bakal mengambil 'tindakan cepat' jika militer AS maju Iran telah menutup Selat Hormuz dari sisi Laut Arab. Bahkan, Iran bakal mengambil "tindakan cepat" jika pasukan AS bergerak maju.
"Musuh mengira bahwa dalam waktu sesingkat mungkin- seperti tiga hari hingga satu minggu- mereka dapat mencapai konklusi dalam perang melawan Iran, dan dugaan mereka ini telah menjadi lelucon di universitas-universitas militer," kata Komandan Shahram Irani dalam sebuah pernyataan nan disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah IRIB.
"Kami berasosiasi hingga tetes darah terakhir untuk membalas dendam atas para martir kami," tambahnya siap dengan perang baru, sebagaimana dimuat Al-Jazeera.
Sebelumnya, seorang pejabat militer nan tidak disebutkan namanya mengatakan AS menghadapi "tindakan nan belum pernah terjadi sebelumnya" jika blokade pelabuhan Iran berlanjut, lapor Press TV Iran. Pejabat itu mengatakan, "pengekangan nan ditunjukkan oleh angkatan bersenjata sejauh ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada diplomasi, memungkinkan Amerika Serikat untuk mempelajari dan menerima syarat-syarat Iran untuk mengakhiri perang secara permanen".
"Namun, jika sikap keras kepala dan khayalan Amerika terus bersambung dan syarat-syarat Iran ditolak... musuh kudu segera mengharapkan respons nan berbeda," tambahnya.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·