12 Bahaya tidak Pendinginan setelah Berolahraga

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
12 Bahaya tidak Pendinginan setelah Berolahraga Berikut Bahaya tidak Pendinginan setelah Berolahraga(magnifik)

PENDINGINAN adalah tahap akhir setelah berolahraga nan dilakukan dengan langkah menurunkan intensitas aktivitas secara perlahan, seperti melangkah santuy alias melakukan peregangan ringan. Tujuannya adalah membantu tubuh kembali ke kondisi normal secara bertahap.

Saat berolahraga, debar jantung dan pernapasan meningkat. Dengan melakukan pendinginan, tubuh diberi waktu untuk menyesuaikan diri sehingga aliran darah, suhu tubuh, dan kerja otot kembali stabil.

1. Otot terasa kaku

Otot nan langsung berakhir bekerja tanpa pendinginan bisa menjadi tegang dan kaku.

2. Nyeri otot lebih parah

Risiko DOMS meningkat, sehingga badan lebih pegal keesokan harinya.

3. Pusing alias kepala ringan

Perubahan aliran darah nan tiba-tiba dapat menyebabkan rasa pusing.

4. Detak jantung tidak stabil

Jantung nan langsung berakhir dari aktivitas berat butuh waktu untuk kembali normal.

5. Tekanan darah menurun drastis

Bisa menyebabkan tubuh terasa lemas alias nyaris pingsan.

6. Penumpukan masam laktat

Tanpa pendinginan, masam laktat lebih susah terurai sehingga otot terasa nyeri.

7. Risiko cedera meningkat

Otot nan tetap tegang lebih mudah mengalami cedera saat bergerak lagi.

8. Kram otot

Kurangnya peregangan dapat memicu kram pada kaki alias bagian tubuh lainnya.

9. Pemulihan tubuh lebih lama

Tubuh butuh waktu lebih lama untuk kembali fit setelah olahraga.

10. Nafas tidak stabil

Sistem pernapasan tidak kembali normal secara bertahap.

11. Gangguan keseimbangan tubuh

Perubahan suhu dan aliran darah dapat membikin tubuh terasa tidak stabil.

12. Penurunan performa olahraga berikutnya

Jika sering tidak melakukan pendinginan, keahlian bentuk bisa menurun dalam jangka panjang.

Pendinginan setelah olahraga sangat krusial untuk membantu tubuh kembali normal secara bertahap. Tidak melakukan pendinginan dapat menyebabkan otot kaku, nyeri, pusing, hingga meningkatkan akibat cedera. (Z-4)

Sumber: halodoc, hellosehat

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia