Surabaya, CNN Indonesia --
Sebanyak 100 pelajar di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), nan dibagikan pada Rabu (2/9).
Peristiwa itu bermulai saat makanan MBG tiba di SMAN 3 Nganjuk, sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (2/9). Para siswa kemudian menyantapnya secara bersama-sama pukul 10.00 WIB.
MBG nan disajikan itu dimasak oleh SPPG Begadung 2. Menunya berupa nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, tahu bulat, acar dengan isian timun dan wortel serta semangka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak membenarkan adanya peristiwa itu. Kini pihaknya juga telah konsentrasi melakukan penanganan.
"Nganjuk saya kudu pastikan lebih lanjut. Kita konsentrasi juga tadi kan sudah 74 sudah bertambah lagi jadi 100 [korban]," kata Emil di Surabaya.
Pasalnya, kata Emil, korban tidak hanya Siswa SMAN 3 Nganjuk saja, sejumlah siswa SD nan MBG-nya disuplai oleh SPPG Begadung 2, juga mengalami indikasi keracunan serupa.
"Bukan hanya di SMA 3 ya tapi dari SD juga ada," ucapnya.
Ketua DPD Demokrat Jatim mengaku tetap belum mengetahui apa dugaan penyebab keracunan. Sebab, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap melakukan penelusuran.
"Apa kira-kira penyebab spesifiknya tetap ditelusuri oleh BGN begitu. Karena nan punya akses BGN dan Dinkes (Dinas kesehatan) setempat tentu posisinya juga mendampingi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menyebut telah meminta pihak sekolah untuk berkoordinasi mengenai dugaan keracunan MBG tersebut.
"Sementara kami minta sekolah koordinasi dengan SPPG agar sementara waktu untuk dievaluasi, mungkin sementara dari pihak BGN melakukan pertimbangan terhadap SPPG tersebut," ucap Aries.
(frd/isn)
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·