10 Cara Merawat Pohon Alpukat agar Tumbuh Sehat dan Menghasilkan Buah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

POHON alpukat menjadi salah satu tanaman buah nan banyak diminati untuk ditanam di pekarangan rumah. Selain menghasilkan buah nan lezat dan kaya nutrisi, tanaman ini juga mempunyai daun hijau nan dapat membikin laman terasa lebih asri.

Kabar baiknya, pohon alpukat bisa tumbuh dengan baik di lingkungan rumah asalkan mendapatkan perawatan nan tepat. Meski dikenal cocok tumbuh di wilayah tropis, pohon alpukat tetap memerlukan perhatian khusus, terutama dalam perihal penyiraman, pencahayaan, pemilihan media tanam, dan pemupukan.

Cara Menanam Pohon Alpukat di Rumah, Bisa Dimulai dari Sisa Buah

Kesalahan dalam merawatnya, seperti terlalu sering menyiram alias menggunakan tanah nan susah mengalirkan air, dapat menghalang pertumbuhan apalagi menyebabkan akar membusuk. Lantas, gimana langkah merawat pohon alpukat agar tumbuh subur di rumah?

Dilansir dari Martha Stewart, berikut 10 langkah merawat pohon alpukat agar hasilkan buah:

1. Pilih Lokasi dengan Sinar Matahari nan Cukup

Sinar mentari merupakan salah satu aspek krusial bagi pertumbuhan pohon alpukat. Tanaman ini memerlukan sinar nan cukup untuk melakukan fotosintesis, membentuk daun baru, dan mendukung pertumbuhan batang serta akar.

Jika ditanam di pekarangan, pilih letak nan mendapatkan sinar mentari langsung selama beberapa jam setiap hari. Pohon alpukat dewasa umumnya tumbuh baik di tempat terbuka dengan paparan sinar mentari nan cukup.

Sementara itu, alpukat nan ditanam di dalam pot sebaiknya diletakkan di area nan terang, seperti teras alias laman rumah. Jika bibit tetap mini dan sebelumnya tumbuh di tempat teduh, biasakan tanaman dengan sinar mentari langsung secara berjenjang agar daunnya tidak mengalami stres.

Perhatikan juga kondisi daun. Daun nan tampak pucat dan pertumbuhan nan lambat dapat menandakan kurangnya cahaya, sedangkan daun nan mengering alias berwarna cokelat setelah terkena panas terik secara mendadak bisa menunjukkan kerusakan akibat paparan mentari alias aspek lain.

2. Gunakan Media Tanam nan Gembur dan Tidak Becek

Pohon alpukat menyukai media tanam nan kaya bahan organik, mempunyai aerasi baik, dan bisa mengalirkan kelebihan air. Akar alpukat cukup sensitif terhadap kondisi tanah nan terlalu basah, sehingga drainase perlu menjadi perhatian utama.

Untuk tanaman dalam pot, Anda dapat menggunakan campuran tanah gembur, kompos matang, dan sekam bakar alias bahan berpori lainnya. Campuran ini membantu menjaga keseimbangan antara kelembapan dan sirkulasi udara di sekitar akar.

Pastikan pot mempunyai lubang drainase di bagian bawah agar air tidak menggenang. Pilih ukuran pot nan sesuai dengan perkembangan tanaman dan tingkatkan ukurannya secara berjenjang ketika akar mulai memenuhi ruang tanam.

Jika menanam alpukat langsung di pekarangan, pilih tanah nan tidak mudah tergenang setelah hujan. Pada lahan nan condong becek, penanaman di atas gundukan tanah dapat membantu mengurangi akibat akar terendam terlalu lama.

Selain itu, hindari menumpuk tanah alias mulsa terlalu rapat pada pangkal batang lantaran kelembapan berlebih di area tersebut dapat meningkatkan akibat gangguan pada batang dan akar.

3. Siram Tanaman Secara Teratur, tetapi Jangan Berlebihan

Penyiraman menjadi salah satu aspek krusial dalam merawat pohon alpukat. Tanaman ini memerlukan air untuk mendukung pertumbuhan, tetapi terlalu banyak air justru dapat menimbulkan masalah.

Cara terbaik adalah memeriksa kondisi tanah sebelum menyiram. Jika lapisan atas media mulai mengering, siram secara merata hingga air membasahi area akar. Pada tanaman dalam pot, biarkan kelebihan air keluar melalui lubang drainase.

Frekuensi penyiraman dapat berbeda-beda, tergantung ukuran tanaman, jenis media tanam, cuaca, dan letak penanaman. Saat musim kemarau, tanaman mungkin memerlukan air lebih sering. Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, penyiraman perlu dikurangi sesuai kelembapan tanah.

Bibit alpukat nan tetap muda umumnya memerlukan pemantauan lebih sering lantaran sistem perakarannya belum berkembang sempurna. Namun, bukan berfaedah tanah kudu selalu basah.

Salah satu kesalahan nan perlu dihindari adalah menyiram tanaman setiap hari tanpa memeriksa kondisi media. Tanah nan terus-menerus basah dapat mengurangi oksigen di sekitar akar dan meningkatkan akibat busuk akar.

4. Berikan Pupuk Sesuai Kebutuhan Tanaman

Agar tumbuh subur, pohon alpukat memerlukan unsur hara nan cukup. Nutrisi tersebut membantu perkembangan akar, pertumbuhan daun, pembentukan batang, dan pada akhirnya mendukung proses pembungaan serta pembuahan.

Kompos matang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki struktur tanah dan menambah bahan organik. Selain itu, pupuk unik tanaman buah alias pupuk majemuk dapat diberikan sesuai umur dan kondisi tanaman.

Untuk bibit muda, gunakan pupuk dalam jumlah mini sesuai petunjuk pada kemasan. Hindari memberikan pupuk terlalu dekat dengan batang alias menaburkannya secara berlebihan lantaran konsentrasi pupuk nan tinggi dapat merusak akar.

Pada pohon nan sudah tumbuh besar, kebutuhan pupuk perlu disesuaikan dengan ukuran tajuk, kondisi tanah, dan pertumbuhan tanaman. Pupuk nan mengandung nitrogen mendukung pertumbuhan daun dan batang, tetapi pemberian nitrogen berlebihan dapat mendorong pertumbuhan vegetatif tanpa selalu meningkatkan produksi buah.

Jika daun menguning alias pertumbuhan melambat, jangan langsung menambahkan banyak pupuk. Periksa terlebih dulu kondisi akar, drainase, kelembapan tanah, dan kemungkinan gangguan (benih)penyakit agar penyebab masalah dapat diketahui dengan lebih tepat.

5. Lakukan Pemangkasan Secara Berkala

Pemangkasan membantu menjaga corak pohon alpukat, menghilangkan bagian nan rusak, dan mendukung sirkulasi udara di antara ranting serta daun.

Anda dapat memangkas bagian nan mati, patah, sakit, alias tumbuh saling bertumpuk. Gunakan perangkat pemangkas nan tajam dan bersih untuk mengurangi akibat kerusakan jaringan tanaman.

Untuk pohon alpukat nan ditanam di pekarangan rumah, pemangkasan ringan juga dapat membantu menjaga tinggi dan lebar tajuk agar lebih mudah dirawat. Namun, hindari memangkas terlalu banyak bagian sekaligus lantaran tindakan tersebut dapat menghalang pertumbuhan dan mengurangi area daun nan dibutuhkan untuk fotosintesis.

Pilih waktu ketika kondisi cuaca mendukung dan hindari pemangkasan berat saat tanaman sedang mengalami stres akibat kekeringan, genangan, alias gangguan kesehatan.

Jika pohon sudah mulai menghasilkan buah, lakukan pemangkasan dengan lebih hati-hati agar tidak menghilangkan terlalu banyak bagian produktif.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑