Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 02 Juni 2026 |10:05 WIB

WNI mantan pekerja online scam di depan KBRI Phnom Penh, Kamboja.
JAKARTA - Sebanyak 10.151 Warga Negara Indonesia (WNI) mantan pekerja jaringan penipuan daring alias online scam di Kamboja mengusulkan permintaan untuk dipulangkan ke Tanah Air, demikian dilaporkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh.
KBRI Phnom Penh mencatat total 10.287 WNI nan terlibat online scam dari Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut dua kali lipat lebih banyak dibandingkan total kasus sepanjang tahun 2025 nan tercatat 5.088 WNI nan terlibat kasus online scam.
"Peningkatan jumlah pengaduan mulai terjadi pada pertengahan Januari 2026, tepatnya dalam periode 16 Januari hingga 31 Mei 2026, tercatat sebanyak 10.151 WNI telah melapor kepada KBRI Phnom Penh untuk memperoleh fasilitasi pemulangan ke Indonesia," ungkap KUAI RI Phnom Penh, Krishnajie dalam keterangannya, dikutip Selasa (2/6/2026).
Krishnajie mengatakan selain WNI nan datang langsung ke KBRI, terdapat juga ratusan WNI nan terjaring dalam razia di beragam letak nan diduga menjadi pusat aktivitas penipuan daring. Mereka selanjutnya ditempatkan di pusat detensi untuk menjalani proses deportasi.
"Hingga saat ini, diperkirakan sekitar 400 WNI berada di akomodasi detensi nan tersebar di sejumlah wilayah di Kamboja," ujarnya.
Namun demikian, kata Krishnajie, pemulangan WNI tidak dapat dilaksanakan segera. Sebagian besar WNI tidak mempunyai paspor dan menghadapi denda overstay dengan nilai nan cukup besar. Kondisi tersebut mengharuskan KBRI melakukan publikasi Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), verifikasi identitas, serta koordinasi intensif dengan otoritas Kamboja untuk meminta penghapusan denda overstay.
Krishnajie mengatakan selama menunggu proses tersebut, KBRI Phnom Penh menyediakan penampungan sementara secara selektif bagi sebagian WNI nan mengaku kesulitan ekonomi. Tingginya jumlah WNI nan memerlukan support menyebabkan kapabilitas penampungan saat ini telah mencapai pemisah maksimum. Sebagian WNI lainnya memenuhi kebutuhan tempat tinggal dan biaya hidup sehari-hari secara mandiri.
"Meskipun proses pemulangan terus dilaksanakan, jumlah WNI nan sukses kembali ke Indonesia tetap belum dapat mengimbangi laju pertambahan pengaduan baru nan diterima setiap hari," ujarnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·