, SERANG, – Sebanyak 1.363 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dinyatakan lulus dalam program percontohan E-Learning ASN Berintegritas. Program nan digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia ini sukses melampaui sasaran awal nan ditetapkan sebanyak 1.000 peserta.
Gubernur Banten, Andra Soni, melalui keterangannya di Serang pada Rabu, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. "Dari sasaran 1.000 ASN, sebanyak 1.363 ASN Pemprov Banten telah mengikuti E-Learning ASN Berintegritas," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan usai menerima penghargaan pada aktivitas Peluncuran Nasional E-Learning ASN Berintegritas di Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN). Andra menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan integritas ASN agar sejalan dengan visi "Banten Maju, Adil, Merata, Tidak Korupsi". Ke depan, dia menargetkan seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Banten dapat mengikuti pembelajaran berdikari tersebut.
Konsep Belajar Mandiri dan Pencegahan
Inspektur Daerah Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina, menjelaskan bahwa keikutsertaan Banten merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama dengan lembaga antirasuah tersebut. Program E-Learning ini mengusung konsep belajar berdikari melalui modul dan video interaktif.
"Ada pre-test dan post-test. Sebelum lulus post-test, peserta tidak bisa lanjut ke modul berikutnya. Setelah lulus seluruh tahapan, ASN bakal mendapatkan sertifikat. E-learning ini adalah aspek pencegahan korupsi melalui pendidikan," ujar Nina.
Selain program pendidikan antikorupsi, Inspektorat Daerah Banten juga aktif melakukan pendampingan pembuatan daftar dan mitigasi akibat bagi setiap perangkat daerah. Langkah ini dilakukan untuk memperkecil potensi penyelenggaraan aktivitas nan tidak sesuai dengan aturan.
Momentum Penguatan Integritas Nasional
Sementara itu, Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, dalam sambutannya menyatakan bahwa peluncuran nasional ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat integritas jutaan ASN di Indonesia. Ia menekankan bahwa wajah negara di mata masyarakat dipersepsikan melalui kualitas pelayanan dari ASN nan mereka temui setiap harinya.
"Wajah negara di mata masyarakat dipersepsikan melalui kualitas pelayanan dari ASN nan mereka temui setiap harinya di puskesmas, rumah sakit, hingga instansi pelayanan," paparnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·