Liputan6.com, Jakarta - Kabupaten Jember mendapat alokasi bantuan renovasi sebanyak 1.355 unit rumah pada tahun anggaran berjalan. Sejalan dengan program tersebut, Bupati Jember Gus Fawait menyiapkan langkah untuk mengintegrasikan program bedah rumah dengan jasa kesehatan masyarakat alias Homecare.
Informasi mengenai support pembaharuan rumah tersebut disampaikan dalam rangkaian aktivitas Bunga Desaku di Balai Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Minggu (9/8/2026). Dalam aktivitas Setiap Aspirasi tersebut, Gus Fawait menerima kunjungan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Dr. Sri Haryati.
Sri Haryati menjelaskan, kuota program bedah rumah secara nasional mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun sebelumnya ditargetkan sebanyak 45 ribu unit, pada tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 400 ribu unit di seluruh Indonesia.
"Ini merupakan nomor terbesar sepanjang sejarah. Bahkan, Bapak Presiden Prabowo Subianto menargetkan minimal 1 juta unit rumah dapat direhabilitasi pada tahun depan," ujar Sri Haryati.
Dalam peninjauan ke sejumlah daerah, termasuk Jember, Sri Haryati memandang tetap banyak rumah tidak layak huni (RTLH) nan memerlukan penanganan. Khusus di Jawa Timur, tercatat sekitar 2,2 juta rumah penduduk belum memenuhi kriteria sebagai kediaman layak.
Syarat Penerima Bantuan Dibuat Lebih Fleksibel
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323640/original/048080800_1786628432-5f6d4e9c-62a6-4498-899c-e10d135c9b13.jpeg)
Perbesar
Untuk mempercepat penyelenggaraan program, Kementerian PKP melakukan pelonggaran sejumlah persyaratan bagi calon penerima bantuan. Prosedurnya sekarang dibuat lebih elastis dibandingkan ketentuan sebelumnya nan mensyaratkan kerusakan berat maupun kepemilikan sertifikat tanah pribadi.
Pertama, penilaian calon penerima tidak lagi hanya bertumpu pada tingkat kerusakan berat pada struktur bangunan.
"Rumah dengan kriteria tertentu nan memerlukan perbaikan, khususnya kediaman berasal dari kesiapan akomodasi kesehatan dasar, dapat diusulkan," ungkapnya.
Kedua, Kementerian PKP berencana bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mengganti genting rumah penduduk nan tetap menggunakan material asbes. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah akibat penyakit TBC maupun gangguan kesehatan lainnya.
Ketiga, persyaratan mengenai status kepemilikan tanah juga mengalami penyesuaian setelah Kementerian PKP berkoordinasi dengan BPK dan BPKP.
"Ketiga, setelah berkoordinasi dengan BPK dan BPKP, syarat kepemilikan tanah sekarang tidak wajib melampirkan sertifikat. Penerima support cukup melampirkan Surat Keterangan Menempati Rumah nan ditandatangani oleh Kepala Desa, dengan catatan telah mendiami rumah tersebut minimal selama 1 tahun," ulasnya.
Keempat, untuk rumah nan diperbaiki dan berdiri di atas tanah milik penerima sendiri, Kementerian PKP bekerja sama dengan Kementerian ATR/BPN untuk memfasilitasi publikasi sertifikat tanah secara gratis.
Sri Haryati pun meminta kepala desa dan perangkat wilayah mengenai di Kabupaten Jember aktif melakukan pendataan terhadap masyarakat nan membutuhkan. Data tersebut diperlukan agar usulan support dapat segera disahkan dan ditindaklanjuti.
Gus Fawait Siapkan Integrasi Bedah Rumah dan Homecare
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323641/original/054371500_1786628432-8ab14a8a-aa8e-46bc-9675-69eca651bfc4.jpeg)
Perbesar
Menanggapi kebijakan tersebut, Gus Fawait menilai pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan kemudahan bagi wilayah dalam menjangkau masyarakat nan memerlukan program perbaikan rumah.
Relaksasi izin tersebut dinilai membikin proses verifikasi calon penerima support semakin dapat dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah.
Gus Fawait berambisi jumlah support pemugaran rumah untuk Jember dapat terus bertambah setiap tahun. Targetnya, semakin sedikit masyarakat nan kudu tinggal di kediaman tidak layak.
Pemkab Jember juga menyiapkan pendekatan nan menghubungkan perbaikan kondisi rumah dengan kesehatan penghuninya. Caranya dengan menyinergikan program bedah rumah dengan jasa Homecare.
"Program Homecare bakal kita sinergikan dengan Kementerian PKP. Jadi, petugas tidak hanya memastikan kondisi bentuk rumah, tetapi juga memantau langsung kesehatan para penghuninya secara simultan," pungkasnya.
Jember Dapat Alokasi Renovasi 1.355 Rumah
Sri Haryati turut mengapresiasi langkah Pemkab Jember nan dinilai aktif menjemput beragam program pemerintah pusat.
Pada tahun anggaran berjalan, Kabupaten Jember memperoleh alokasi support pembaharuan sebanyak 1.355 unit rumah. Pelaksanaan program saat ini berada pada tahapan nan berbeda-beda, mulai dari pendataan dan verifikasi hingga rumah nan telah selesai direnovasi.
Kementerian PKP juga mendorong Pemkab Jember terus memperbarui info calon penerima. Pembaruan info tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan penambahan kuota support pembaharuan rumah untuk Jember pada periode berikutnya.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·